Wow, Ada Gesekan di Galian C Kecamatan Beber

- Redaksi

Senin, 28 Mei 2018 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Situasi Wanayasa sempat mencekam. Warga dan pengusaha saling lapor yang berawal dari aktivitas galian C di Desa Wanayasa Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Senin (28/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kejadian berawal ketika warga pemilik lahan pertanian mengeluhkan debu dari aktivitas galian dan lalu lalang kendaraan. Sehingga membuat debu dari lokasi galian tersebut terbawa angin dan menutupi sebagian lahan pertanian.

Para warga akhirnya berusaha menyampaikan keluhannya kepada pihak pengusaha agar secara rutin menyemprot akses jalan yang digunakan untuk rute armada truk galian. Hal tersebut bertujuan agar lahan pertanian bisa terbebas dari debu yang menutupi dedaunan.

“Namun permohonan dari kita tidak direspon. Padahal kita tidak minta yang aneh-aneh, tidak minta konvensasi dan lain-lain, hanya minta disiram secara rutin saja,” ujar Ahyad salah satu warga sekitar lokasi tambang saat ditemui RakyatJabarNews.com, Senin (29/5)

Baca Juga :  Pemudik Meregang Nyawa Akibat Terlindas Bus

Dijelaskan Ahyad, warga yang merasa aspirasinya tidak didengar oleh pengusaha, akhirnya berinisiatif menutup portal akses jalan di lokasi tambang. Hal tersebut dilakukan agar ada respon cepat dari pengusaha terkait keluhan masyarakat.

“Jadi awalnya sekitar jam empat sore kejadiannya, dari situ tidak ada respon kemudian ditutup, tapi jam lima sore sudah dibuka lagi ketika perwakilan pengusaha datang,” imbuh Ahyad.

Namun, emosi warga sempat terpancing ketika perwakilan pengusaha yang datang tersebut melontarkan kata-kata kasar dan makian kepada warga. Tak berselang lama, warga yang datang dan dalam situasi emosi pun semakin banyak. Pada kepolisian dari Polsek Beber yang saat itu berada di lokasi, langsung menghubungi Polres Cirebon untuk meminta bantuan pengamanan.

Baca Juga :  Gubernur Jawa Barat Melantik Penjabat Wali Kota Cirebon

“Kita juga tidak terima, mau seperti apapun, kita ini tuan rumah, ucapan pengusaha ini tidak mencerminkan penghormatan sebagai tamu dan justru menghina tuan rumah, kita sepakat untuk melaporkan pengusaha tambang itu,” terang Ahyad.

Setelah ada konflik dengan warga tersebut, kini lokasi galian yang berada di Desa Wanaysa tersebut untuk sementara waktu tidak beroperasi. Bahkan dari pantuan RakyatJabarNews.com, sejumlah alat berat dan mobil dumptruk pengangkut material tanah masih berada di lokasi namun tidak ada pekerjaan.

Baca Juga :  Demo Korban Penggusuran di Gedung DPRD Kota Bekasi Ricuh, Satpol PP dan Massa Baku Hantam

Warga pun kemudian sempat melakukan pertemuan dengan pengusaha dengan dimediasi oleh pihak kepolisian. Namun karena tidak ada titik temu, akhirnya kedua pihak saling lapor ke Polres Cirebon.

“Dari warga kami melaporkan soal penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan, kami terang-terangan dihina, tentu sebagai warga kami tidak terima. Pengusaha itu di sini cuma numpang dan mencari makan, ini malah tidak mendengarkan aspirasi warga dan tidak hormat,” jelasnya.

Karena tidak adanya titik temu atas kejadian ini, kedua belah pihak sudah diantarkn ke Polres Cirebon untuk penyelidikan lebih lanjut.
Karena, masing-masing pihak tetap berpegang pada pendiriannya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban
445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi
SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:30 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban

Berita Terbaru

Ket. Isuzu GIGA FVR Road Sweeper hasil kolaborasi PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) dan YMG Tech Mobility dipamerkan di ajang GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Kendaraan berbasis aplikasi khusus ini dirancang untuk mendukung layanan kebersihan jalan di kawasan perkotaan, industri, dan area komersial dengan performa tinggi serta efisiensi operasional. Dok. Isuzu Astra Motor Indonesia.

Otomotif

Isuzu Hadirkan Truk Penyapu Jalan Pintar

Rabu, 5 Agu 2026 - 06:43 WIB