Kecam Aksi Terorisme, Aliansi Pemuda Bali Gelar Aksi Solidaritas Bersatu dalam Keberagaman

- Redaksi

Kamis, 17 Mei 2018 - 21:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Denpasar – Berbagai elemen masyarakat Bali yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bali mengadakan aksi solidaritas bersatu dalam keberagaman pada hari Rabu (16/05) 2018 pukul 16.00 WITA di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali Renon Jalan Puputan Raya Renon, Denpasar. Aksi damai ini dipicu atas kejadian di Mako Brimob di Jakarta pada tanggal 10 Mei 2018, Aksi Pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo, dan penyerangan di Polda Riau.

Aksi damai ini diikuti oleh berbagai orgaisasi kepemudaan diantaranya Leo Club Bali Shanti, DPD Patria Bali, Forum Generasi Lintas Agama Bali (Forgimala), Semeton Teruna-Teruni Denpasar, Satuan Pelajar Siswa dan Mahasiswa Pemuda Pancasila) Bali, Duta Endek Denpasar, Purna Paskibra Indonesia Kota Denpasar, Pelajar Islam Indonesia (PII) Bali, Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Bali, Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEMA INTI ) Bali, Junior Chamber Indonesia (JCI) Kabupaten Badung dan Denpasar, Forkom OSIAS Kota Denpasar, HIPMI Kota Denpasar, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Denpasar, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesisia (KMHDI) Denpasar, Orang Mud Katholik (OMK), BEM PM UNUD, dan Komunitas Dongki.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan, TPA Ciledug Makin Melebar

Sebagai bentuk dukungan moriil kepada para keluarga korban aksi terorisme, para pemuda yang hadir ke lokasi aksi solidaritas membubuhkan tanda tangan mereka pada spanduk yang sudah dibentangkan. Para peserta aksi damai juga diajak kampanye digital dengan hastag #KAMITIDAKTAKUT di social media masing-masing. Acara aksi damai juga dimeriahkan dengan penampilan musisi Gede Bagus yang menyanyikan lagu-lagu sarat pesan perdamaian. Perwakilan masing-masing organisasi dan Komunitas diberikan ruang untuk menyampaikan pernyataan sikap mengenai aksi terorisme yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riza Bahasuan dari Pelajar Islam Indonesia (PII) sekaligus menjabat sebagai Ketua Wilayah Bali mengatakan bahwa aksi terorisme tidak hanya dirasakan oleh Umat Kristiani saja namun semua elemen umat beragama di Indonesia termasuk Umat Muslim.

Baca Juga :  13 Tahun Hilang, Ranti Ratnaningsih Bisa Kembali Bertemu Ortunya

“Apabila ada tangan dan kaki terluka semua akan merasakan. Jangan sampai paham radikalisme ada di Pulau Bali. Bisa jadi di era kecangihan tekhnologi saat ini paham radikalisme bisa saja berkembang melalui grup-grup diskusi online. Kita harus menghindari paham-paham radikal ini di social media,” ungkapnya.

Riza juga berpesan kepada saudara-saudara Umat Muslim di Indonesia khususnya di Bali untuk jangan takut menggunakan identitas yang menunjukan bahwa mereka muslim seperti menggunakan cadar (niqab), hijab bagi wanita muslimah dan peci/songkok untuk laki-laki muslim.

“Jangan takut untuk menggunakan atribut keislaman karena kejadian teror bom beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Sementara itu Koordinator Aliansi Pemuda Bali yakni I Gede Anom Prawira Suta mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menunjukan bahwa pemuda Bali sangat menghargai keberagaman, kebersamaan, dan persatuan Indonesia.

Terkait dengan Aksi ini Anom berserta Aliansi Pemuda Bali menyatakan lima pernyataan sikap terhadap aksi terorisme. Butir pertama mengutuk segala tindak kekerasan yang berlatar belakang apapun sehingga menyebabkan korban jiwa untuk memperjuangkan ideologi yang secara nyata adalah sebuah kekeliruan.

Baca Juga :  Melihat Kawasan Konservasi di Kampung Muara Bendera, Muara Gembong

Butir kedua, peserta aksi solidaritas menyatakan penolakan terhadap seluruh organisasi yang mendukung gerakan terorisme karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Butir ketiga, Kami menolak menyebarluaskan ujaran kebencian, cermaah yang menghina agama lain, dan segala tindakan yang memecah belah persatuan, berbangsa, dan bernegara,” tegas Anom.

Aliansi Pemuda Bali mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam memberantas tindakan terorisme di seluruh wilayah Indonesia.

“Terakhir, Aliansi Pemuda Bali menuntut DPR dan pemerintah agar secepatnya mengesahkan RUU Anti Terorisme agar penegak hukum melakukan tindakan preventif dan represif, sehingga dapat menjamin keamanan masyarakat secara maksimal,” tutupnya.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Arupadhatu I Dihentikan
3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik
5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps
5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota
XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G
Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS
Bukan Cuma Pulihkan Jaringan, XLSMART Kirim Bantuan untuk Warga NTT
81 Miles for Indonesia: XLSMART Jelajahi Semarang-Solo-Yogyakarta Bawa 5G dan Aksi Sosial

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:55 WIB

10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Arupadhatu I Dihentikan

Kamis, 10 September 2026 - 08:03 WIB

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik

Rabu, 9 September 2026 - 12:05 WIB

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps

Jumat, 4 September 2026 - 14:34 WIB

5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota

Jumat, 4 September 2026 - 14:09 WIB

XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G

Berita Terbaru