Waspadai Radikalisme, Ini Kata Ketua PC GP Ansor Kab. Cirebon

- Redaksi

Jumat, 31 Agustus 2018 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon– Dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme, yang menjadi potensi ancaman serius bagi integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Cirebon, melaksanakan Pendidikan Latihan Dasar Barisan Ansor Sebaguna (Diklatsar Banser) Angkatan XIII.

Tidak tanggung tanggung Pendidikan Latihan Dasar Barisan Ansor yang digelar di halaman Kantor Yayasan An Nahdliyah Al Maaruf di ikuti ratusan peserta, Yayasan yang berlokasi di Desa Panguragan kulon Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon.

Baca Juga :  Jelang Hari Pencoblosan, Pemerintah Kota Cirebon Meninjau 2 TPS Terjauh di Kota Cirebon

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Cirebon, HM. Ujang Busthomi mengatakan, Diklatsar Banser Angkatan XIII ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat ideologi para kader Ansor. Khususnya, Banser, dalam menghadapi tantangan global

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada 221 peserta diberikan pemahaman, pengetahuan terkait ideologi dan sejarah NU dan kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dimana hari Jumat ini sebagai hari pertama dan akan ditutup pada hari Ahad (Red. Minggu).

Baca Juga :  Sekjen PBNU Mengutuk Keras Tindakan Terorisme di Surabaya

Selain itu, peserta juga dibekali sejumlah materi ke-NU-an yang akan disampaikan oleh pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya masing-masing, Jumat (31/8/2018).

Pria yang biasa dipanggil Kang Ujang ini menjelaskan, generasi muda NU, khususnya Banser, dapat menjadi pelopor dalam memajukan bangsa dan negara.

“GP Ansor melalui Banser harus menjadi garda terdepan mengawal para ulama NU dan menjaga keutuhan NKRI. Karena, demi masa depan NU dan Indonesia.”

GP Ansor dan para kader Banser yang Diklatsar ini siap menjaga para ulama NU dari orang tak bertanggung jawab. Hal ini dilakukan, guna meminimalisasi terjadinya kriminalitas pada para ulama.
Dirinya menambahkan, para peserta akan digembleng para instruktur handal dan sejumlah pemateri yang berkompeten.

Baca Juga :  Paguyuban Silahturahmi Masyarakat Cirebon Salurkan ZIS kepada 1.850 Masyarakat

“Materi yang akan diberikan diantranya, tentang wawasan ke-NU-an, Islam Ahlussunnah Waljamaah Al-Nahdliyyah, kebangsaan serta materi lapangan ke-Banseran.”

Selain itu, teori, praktik baris berbaris diajarkan pada kegiatan Diklatsar ini, disamping kegiatan lainnya,”pungkasnya.(ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!
Korban Eks Perawat Didampingi Polisi dan Komnas Perlindungan Anak
Pemprov dan Pemkab Cirebon Kolaborasi Tangani Jalan Rusak

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:00 WIB

Longsor Maut, Tambang Ditutup!

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Berita Terbaru