RJN, Cirebon – Pembangunan senderan di salah satu wilayah muara sungai di tepi Pantai Utara Jawa yang di kerjakan oleh CV. Surya Pratama sangat disesalkan oleh warga setempat. Dimana waktu pengerjaan proyek senderan yang seharusnya selesai dalam rentang waktu 60 hari kerja akan segera habis dalam beberapa hari kedepan namun proyek pengerjaan masih sangat jauh dari kata selesai.
Permasalahan mencuat tak kala buruh (Red. kuli bangunan) yang sudah 5 hari bekerja tidak mendapatkan haknya yaitu diberi upah kerja oleh pihak kontraktor, mengakibatkan proyek pembangunan senderan di Muara Nar Desa Astanamukti Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, mangkrak ditinggalkan para pekerja.
Satori yang nota bane merupakan Tokoh Masyarakat setempat sangat prihatin dengan nasib para buruh kuli bangunan serta kondisi proyek muara Nar yang mangkrak dan meminta Dinas terkait agar memberikan teguran kepada pihak kontraktor yang telah lalai dengan tidak memberikan upah dan juga tidak melanjutkan proyek pekerjaan senderan di Muara Nar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat berharap ada kepekaan dari Dinas PU PR Kabupaten Cirebon agar segera memanggil kotraktor pembangunan senderan disini, agar pekerjaan cepat selesai dan upah para pekerja di bayar karena mereka memiliki keluarga yang harus diberikan makan,” katanya kepada rakyatjabarnews.com saat ditemui di bilangan Pantura, Jumat (12/10/2018).
Masih menurut Satori dirinya mendapatkan keluhan dari warga sekitar yang mengatakan jika pelaksanaan tidak sesuai RAB dimana penggunaan material pun menggunkan air asin dan semen karungan ditambah lagi tidak memakai mesin molen.
“Sekali lagi kami sebagai masyarakat setempat meminta kepada pihak pihak yang melaksanakan pembangunan senderan disini agar memperhatikan spesifikasi dalam RAB Bestek seperti yang telah diatur oleh Dinas PU PR agar hasil pembangunan bisa maksimal,” tandasnya. (ymd/RJN)









