Warga Kaitkan Peristiwa Pesawat Jatuh dengan Mitos di Sungai Cimanuk

- Redaksi

Kamis, 25 Juli 2019 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Indrmayu– Peristiwa jatuhnya pesawat latih jenis Cessna milik sekolah penerbangan Angkasa Aviation Academy (AAA) di Sungai Cimanuk, Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, cukup menyedot perhatian banyak pihak.

Terutama warga sekitar lokasi kejadian. Peristiwa nahas ini menjadi topik pembahasan yang cukup hangat diperbincangkan di warung-warung kopi. Dua orang jadi korban dalam peristiwa ini, satu selamat yakni Arthur Arfa (24) dan satu meninggal dunia, Salman Alfarisi (25), keduanya merupakan siswa AAA.

Baca Juga :  Lagi Hits, Plered Cirebon Rasa Korea

Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan jatuhnya pesawat latih Cessna ini, tentu dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut. Hasilnya pun tak akan bisa diketahui dalam waktu dekat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun baru akan mengeluarkan laporannya sekitar 30 hari sejak kejadian.

Tapi sebelum KNKT menyampaikan laporan berdasarkan bukti-bukti atau temuan di lapangan, di masyarakat sekitar lokasi kejadian justru sudah muncul dugaan-dugaan penyebab kecelakaan jatuhnya pesawat.

Baca Juga :  Puluhan Kasus Narkoba Berhasil Diungkap Polres Cirebon

Masyarakat sekitar mengkaitkan peristiwa ini dengan hal-hal berbau mistis dan mitos. Salah satu mitos di Sungai Cimanuk adalah pantangan menyebrangi sungai bagi orang dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan mitos tersebut sudah berkembang sejak lama.

“Sudah dari jaman dahulu,” kata Nurhayati, warga setempat yang tidak mau ketinggalan meyaksikan proses evakuasi jenazah dan bangkai pesawat.

Baca Juga :  Iklan Kampanye Pilkada 2024 untuk media berlangsung 13 Hari

Disampaikan Nurhayati, jumlah warga asal Jawa Tengah dan Jawa Timur yang meninggal di Sungai Cimanuk sudah tak terhitung. “Banyak banget, kan dari jaman dahulu,” ujarnya.

Karena begitu melekatnya mitos tersebut, dikatakannya, jangankan sampai mandi, sekedar mengambil air pun tidak berani. Diceritakan Nurhayati, dahulu pernah ada seseorang dari Jawa Tengah mandi di sungai tersebut dan meninggal.

“Kejadianya sekitar tahun kemarin,” ucapnya.

(fis/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru