oleh

Warga Kaitkan Peristiwa Pesawat Jatuh dengan Mitos di Sungai Cimanuk

RJN, Indrmayu– Peristiwa jatuhnya pesawat latih jenis Cessna milik sekolah penerbangan Angkasa Aviation Academy (AAA) di Sungai Cimanuk, Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, cukup menyedot perhatian banyak pihak.

Terutama warga sekitar lokasi kejadian. Peristiwa nahas ini menjadi topik pembahasan yang cukup hangat diperbincangkan di warung-warung kopi. Dua orang jadi korban dalam peristiwa ini, satu selamat yakni Arthur Arfa (24) dan satu meninggal dunia, Salman Alfarisi (25), keduanya merupakan siswa AAA.

Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan jatuhnya pesawat latih Cessna ini, tentu dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut. Hasilnya pun tak akan bisa diketahui dalam waktu dekat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun baru akan mengeluarkan laporannya sekitar 30 hari sejak kejadian.

Tapi sebelum KNKT menyampaikan laporan berdasarkan bukti-bukti atau temuan di lapangan, di masyarakat sekitar lokasi kejadian justru sudah muncul dugaan-dugaan penyebab kecelakaan jatuhnya pesawat.

Masyarakat sekitar mengkaitkan peristiwa ini dengan hal-hal berbau mistis dan mitos. Salah satu mitos di Sungai Cimanuk adalah pantangan menyebrangi sungai bagi orang dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan mitos tersebut sudah berkembang sejak lama.

“Sudah dari jaman dahulu,” kata Nurhayati, warga setempat yang tidak mau ketinggalan meyaksikan proses evakuasi jenazah dan bangkai pesawat.

Disampaikan Nurhayati, jumlah warga asal Jawa Tengah dan Jawa Timur yang meninggal di Sungai Cimanuk sudah tak terhitung. “Banyak banget, kan dari jaman dahulu,” ujarnya.

Karena begitu melekatnya mitos tersebut, dikatakannya, jangankan sampai mandi, sekedar mengambil air pun tidak berani. Diceritakan Nurhayati, dahulu pernah ada seseorang dari Jawa Tengah mandi di sungai tersebut dan meninggal.

“Kejadianya sekitar tahun kemarin,” ucapnya.

(fis/rjn)

Komentar

News Feed