RakyatJabarNews.com, Cirebon – Rencana pembukaan Pintu Tol atau (Brexit) di Ciledug, Kabupaten Cirebon kini menemui kendala, yakni belum siapnya infrastruktur penunjang jalan khususnya jalan Raya Ciledug yang merupakan Jalan Provinsi.
Akibat kondisi jalan yang kurang lebar inilah, pembukaan pintu Tol Ciledug yang sudah direncanakan pada akhir bulan Februari 2018, menjadi gagal.
Saat meminta konfirmasi kepada Kepala Balai 6 Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, namun hanya bisa ditemui oleh dan memberikan informasi melalui Pengawas Lapangan, Kadana (red. pengamat jalan Provinsi Jawa Barat) Mengatakan sedang sibuk dan ,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kadana selaku Staff Balai 6 Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, bahwa jalanan akan segera dipelebar pada tahun ini. Namun, tidak bisa menyebutkan bulan apa pengerjaan pelebaran jalan dilaksanakan.
“Saya harus meminta izin pimpinan Balai Pak Aseng dari Bandung dulu untuk menjawab kapan kesiapan jalan Provinsi penunjang Tol Ciledug yang akan dibuka,” pungkasnya sambil terburu buru meninggalkan awak media, Selasa (27/2).
Sedangkan menurut Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Teti mengatakan, jalan penunjang kabupaten juga belum siap dilewati mobil-mobil bertonase berat.
“Masih banyak jalan yang kondisinya harus ditingkatkan. Namun, kembali lagi bahwa anggaran merupakan kewenangan Pemerintah Daerah dan Dewan. Sedangkan saya hanya sebatas pelaksanaan saja,” jelasnya.
Sedangkan menurut Humas PT Semesta Marga Raya selaku anak Perusahaan Raksasa pengelola jalan Tol Waskita Karya Tbk, Tono menjelaskan, jika dari pihak proyeknya belum final, karena perambuannya belum lengkap. Serta dari pihak Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian PUPR sampai saat ini belum mengadakan uji layak operasi.
Sedangkan pada saat menghubungi kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Mohamad Abraham belum bisa dihubungi. Padahal dirinya yakin bahwa pihaknya sudah siap memasang rambu-rambu penunjang untuk pembukaan pintu Tol Ciledug.(Ymd/RJN)









