Wabah Difteri Masuk dalam Kategori KLB

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Mewabahnya penyakit difteri di sejumlah daerah membuat Kementerian Kesehatan RI memasukan fenomena ini ke dalam kategori kejadian luar biasa atau KLB. Dan Kota Bekasi menjadi salah satu lokasi ditemuinya penyakit ini.

Setidaknya sebanyak 17 kasus difteri tercatat sampai 14 Desember 2017. Dinas Kesehatan Kota Bekasi, sesuai instruksi pusat, menggelar penanggulangan dengan melakukan imunisasi atau vaksinasi guna mengantisipasi hal ini tidak meluas.

“Pemkot Bekasi segera mengambil langkah pelaksanaan, dengan berkoordinasi antar SKPD terkait, koordinasi dengan seluruh Puskesmas di Kota Bekasi dan Rumah sakit baik RSUD dan Rumah sakit swasta,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto, Jumat (15/12/2017).

Kusnanto mengatakan, salah satu penyebab penularan penyakit difteri ialah karena kurangnya kekebalan tubuh pada seseorang. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Coryne Bacterium Diphtheriae jika menyebar ke dalam tubuh akan menyebabkan komplikasi.

“Bahkan memacu timbulnya penyakit berbahaya seperti kerusakan pada bagian otot jantung dan sistem syaraf,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan sasaran penerima vaksinasi terhadap 973.634 jiwa yang meliputi balita 1-5 tahun sebanyak 67.123 vaksin (DPT, HB, Hib), 13.301 vaksin DT kepada anak usia 5-7 tahun, dan 74.841 vaksin TD kepada anak dan remaja usia 7-19 tahun.

“Dari sasaran penerima vaksin 973.634 jiwa, sampai pertengahan Desember 2017 ini sudah kita berikan untuk 32.057 orang,” jelasnya. Sedangkan stok vaksin yang masih tersisa sekitar 155.265 vaksin untuk masing-masing kategori.

Vaksinasi sendiri dilakukan diseluruh pos kesehatan, baik puskemas, posyandu, dan sekolah, 8 rumah sakit di Kota Bekasi untuk memberikan vaksinasi secara gratis. Adapun, pinta Kusnanto, guna pencegahan diharap warga memeriksakan diri serta menerima vaksinasi di pos-pos kesehatan tersebut.

“Kami berharap agar masyarakat Kota Bekasi mau dan bersedia melakukan vaksinasi guna pencegahan penyakit menular seperti difteri ini,” imbau Kusnanto.(RJN)

Comment