Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Penghargaan Kategori Pelestarian Kebudayaan Melalui UMKM dalam ajang Anugerah & Sertifikasi TJSL UMKM-Pariwisata-Kebudayaan 2025. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program pembinaan dan pemberdayaan UMKM “Oleh-Oleh Khas Jakarta Hj. Maemune”, yang menjadi bukti nyata konsistensi Jasa Marga dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui penguatan sektor ekonomi rakyat.
Ajang penghargaan ini digelar oleh La Tofi School of Social Responsibility pada Rabu (21/05) dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari berbagai kementerian serta perwakilan perusahaan penerima penghargaan. Hadir antara lain:
- Andi Syamsu Rijal (Direktur Pengembangan Budaya Digital, Kementerian Kebudayaan)
- Amnu Fuadly (Asisten Deputi Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan, Kemenparekraf)
- Harun AS (Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah, Kemenkop UKM)
- La Tofi, Chairman La Tofi School of Social Responsibility
Mewakili manajemen Jasa Marga, penghargaan diterima langsung oleh Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head. Ia menyampaikan bahwa pembinaan UMKM mitra binaan merupakan komitmen nyata perusahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta menjaga kelestarian budaya.
“Sebagai BUMN yang dekat dengan masyarakat, Jasa Marga tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan tol, tapi juga aktif mendukung pengembangan usaha masyarakat. Kami menyediakan sarana promosi, pelatihan, ruang usaha, dan bahkan sertifikasi halal untuk mitra binaan kami. Ini bukan sekadar program CSR, melainkan bagian dari kontribusi nyata kami terhadap pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan,” ujar Lisye.
Salah satu mitra binaan Jasa Marga yang diangkat dalam penghargaan ini adalah UMKM Oleh-Oleh Khas Jakarta Hj. Maemune, pelaku usaha kuliner yang mengangkat cita rasa khas Betawi dan memperkenalkannya kepada pasar yang lebih luas. Program pembinaan Jasa Marga mencakup pelatihan usaha, dukungan pemasaran, hingga peningkatan kapasitas produksi.
Amnu Fuadly dari Kementerian Pariwisata menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis mendorong keberlanjutan UMKM dalam mendukung sektor pariwisata dan kebudayaan.
Senada dengan itu, Andi Syamsu Rijal menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pelestarian budaya melalui pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menyebut bahwa perusahaan yang aktif di bidang TJSL memiliki peran strategis dalam membangun daya tahan ekonomi dan budaya bangsa.
Sementara itu, Harun AS menambahkan bahwa sinergi antara UMKM, budaya, dan pariwisata merupakan fondasi kuat pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, pelaku usaha kecil dan menengah yang didukung oleh perusahaan besar akan mampu naik kelas dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Dalam sambutannya, La Tofi menyatakan bahwa UMKM adalah jantung perekonomian Indonesia. Perusahaan yang mengadopsi pendekatan Creating Shared Value (CSV) telah terbukti membawa dampak positif nyata — baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Dengan mengintegrasikan program TJSL yang menyentuh langsung masyarakat, kita tidak hanya menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, tetapi juga memastikan keberlanjutan warisan budaya,” jelas La Tofi.
Penghargaan ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ke-6 tentang pemerataan ekonomi dan poin ke-8 tentang harmonisasi hidup bersama lingkungan serta budaya.
Jasa Marga berkomitmen terus memperluas cakupan pembinaan UMKM, menggandeng lebih banyak mitra lokal, serta meningkatkan kualitas pelatihan dan pemasaran. Ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa.
“Kami percaya, setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan berdampak besar. Karena membangun bangsa bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menjaga nilai, tradisi, dan kehidupan masyarakatnya,” pungkas Lisye Octaviana. (*)










