Temukan Banyak Pelanggaran, PLN Cirebon Merugi Rp 1,1 Milyar tiap Bulannya

oleh -

RakyatJabarNews.com, Cirebon – PT PLN area Cirebon berusaha mengejar target tahun ini untuk mencapai 18 juta kWh. Namun, hingga bulan September ini hanya baru mencapai 8 juta kWh saja. Hal tersebut diungkapkan oleh Handoko selaku Manager PLN area Kota Cirebon.

Menurutnya, petugas PLN akan terus melakukan pemeriksaan setiap hari, hingga ditemukannya berbagai pelanggaran yang terjadi di lapangan.

“Di Cirebon ada 8 rayon. Kita lakukan pengecekan sepanjang satu tahun di hari kerja dan Sabtu. Tujuannya adalah untuk menertibkan penggunaan listrik agar dapat terukur dengan jelas, pelanggan terukur dengan baik, dan instalasinya dalam keadaan baik,” ungkapnya saat ditemui awak media di kantor PLN area Cirebon di Jl. Tuparev no. 100 Cirebon hari Senin (25/9).

Handoko menjelaskan, dengan kekurangan 10 juta kWh ini dan realisasi perbulannya sebesar 700 ribu kWh, PLN merugi sekitar Rp 1,1 milyar tiap bulannya. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam pelanggaran yang terjadi di lapangan, seperti kWh distop, saluran masuk pelanggan diambil, kesengajaan kWh meter yang dibakar, dan instalasinya dibuat kendali disambung dari rumah lain.

“Kita akan lakukan secara khusus Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (PPTL). Bersama kepolisian dicek. Dari pelanggaran yang ditemukan di daerah Suradinaya, Pekiringan tadi pagi, jenis pelanggarannya P2,” jelas manajer yang sebelumnya bertugas di Papua dan Garut ini.

Pelanggaran-pelanggaran semacam ini kebanyakan ditemukan oleh pelanggan-pelanggan yang masih konvensional atau pasca bayar. Namun, menurut Handoko, pelanggan pra bayar atau yang dikenal dengan listrik token ini pun ada kemungkinan. Jadi, petugas tetap akan memeriksa kedua-duanya.

“Selain dari pelanggan, juga ada oknum yang mengatasnamakan petugas PLN untuk melakukan pelanggaran, sehingga ini bisa merugikan PLN,” tandasnya.

Dia mengimbau kepada para pelanggan, jika ada pemeriksaan dari PLN, diharapkan untuk memeriksa surat tugas asli dari PLN, biasanya didampingi kepolisian. Seragamnya pun berbeda, biasanya dari PLN menemani.

“Jadi pelanggan tidak perlu was-was atau takut saat ada pemeriksaan. Jika ada yang menawarkan penutup kWh meter, penghemat pemakaian itu tidak ada. PLN tidak pernah melakukan itu. Justru PLN menyarankan penggunaan listrik sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Comment