Haidir menjelaskan, pada pelaksanaan program prioritas, Disperkimtan berkolaborasi dengan perangkat daerah lain agar program bisa tepat sasaran.
Melalui program Rutilahu, rumah warga yang masuk pada data miskin ekstrem dilakukan pembenahan, yang awalnya tidak kayak menjadi lebih baik.
Sementara itu, lanjut Haidir, program lainnya yakni berkaitan dengan penurunan angka stunting. Dimana, kebersihan menjadi salah satu bagian penting guna pengentasan stunting.
“Selain Rutilahu ada juga program SPALD-S atau lebih dikenal dengan pembuatan jamban (WC) di masing-masing rumah atau masyarakat yang belum mempunyai jamban dirumahnya,” jelasnya.
Haidir menambahkan, untuk tahun 2024, sejumlah program sudah disusun guna membantu pengentasan kemiskinan ekstrem juga stunting di Kabupaten Bekasi.
“Ya, di tahun 2024 nanti kita kembali programkan, selain Rutilahu dan SPALD-S, juga sarana prasarana lainnya,” imbuhnya. (*)
Halaman : 1 2










