Stasiun Angkasa Luar China Diperkirakan Akan Jatuh Pekan Depan Di Wilayah Indonesia, Begini Prediksi Kerusakannya

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 22 Maret 2018 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Internasional –  Tiangong-1 yang merupakan Stasiun Luar Angkasa pertama China, diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada pekan depan. Menurut perkiraan, satelit itu akan jatuh ke Bumi dalam rentang tanggal 30 Maret – 6 April 2018. Demikian seperti dikutip dari ABC 7 – WJLA, Rabu (21/3/2018).

Saat ini, satelit yang masih mengorbit itu telah semakin dekat dengan Bumi. Ilmuwan pun telah memiliki data yang cukup untuk memperkirakan secara akurat jalur lintasan, waktu, dan lokasi jatuh satelit tersebut.

“Jika melihat pergerakannya saat ini, satelit itu mungkin akan jatuh di belahan Bumi bagian barat,” kata Hugh Lewis, dosen senior di Aerospace Engineering University of Southampton kepada Daily Mail.

ADVERTISEMENT

ads"/ https://rakyatjabarnews.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240720-WA0020.jpg

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring hari, ketika Tiangong-1 semakin dengat Bumi, data yang dihimpun oleh para ilmuwan untuk memperkirakan jalur lintasan, waktu, dan lokasi jatuh satelit tersebut akan semakin bertambah akurat.

Sehingga, otoritas yang berwenang bisa mempersiapkan sejumlah hal untuk meminimalisir dampak sampingan dari jatuhnya satelit itu.

Akankah Habis Terbakar Atmosfer Bumi?

Baca Juga :  Nostalgia dengan Sepatu Nike Edisi PlayStation

Beberapa hari sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran jika Tiangong-1 — yang berukuran besar — tak akan habis terbakar atmosfer ketika memasuki Bumi. Akibatnya, serpihan-serpihan besar dari satelit itu akan jatuh di sembarang tempat dan mungkin menimpa wilayah yang dihuni manusia.

Selain itu, sebuah laporan menyebut bahwa serpihan Tiangong-1 berpotensi mengandung sisa-sisa bahan bakar satelit itu — yang mengandung zat kimia hydrazine yang korosif.

Jika jatuh di tempat berpopulasi, zat itu mampu menyebabkan dermatitis atau radang kulit serius bagi manusia dan hewan. Tapi, kekhawatiran tentang Tiangong-1 itu perlahan mulai surut menyusul perkembangan terbaru saat ini.

Jatuh di Indonesia?

Pada waktu yang terpisah, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperkiran bahwa Indonesia juga termasuk menjadi wilayah jatuhnya Tiangong-1.

“Semua wilayah pada rentang 43 derajat LU (Lintang Utara) – 43 derajat LS (Lintang Selatan), termasuk Indonesia, berpotensi kejatuhan. Tetapi lokasi pastinya belum bisa ditentukan,” demikian pernyataan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat 16 Maret 2018.

Meski demikian, dalam akun Facebook-nya, Thomas mengimbau agar masyarakat tak perlu cemas. Namun, ia juga mewanti-wanti agar masyarakat tetap waspada jika melihat benda itu jatuh.

Baca Juga :  Calhaj Asal Kabupaten Bekasi Meninggal Dunia di Tanah Suci

“Stasiun Antariksa milik RRT sebentar lagi akan jatuh. Bobotnya 8,5 ton. Berbahaya, tetapi masyarakat tidak perlu cemas. Potensi jatuh di permukiman sangat-sangat kecil,” tulis Thomas.

“Namun, warga yang melihatnya jatuh harus waspada. Jangan menyentuhnya. Segera laporkan kepada aparat setempat untuk diteruskan ke Lapan,” imbuh dia.

Sementara itu, Aerospace Engineering memprediksi, Tiangong-1 mungkin akan jatuh di kota-kota Amerika Serikat, seperti Boston, Detroit, Philadelphia, Des Moines, Milwaukee, Salt Lake City, atau yang lainnya.

Tiangong secara harfiah memiliki arti ‘istana surgawi’. Stasiun Angkasa Luar itu, diluncurkan pada 2011.

Tiangong-1 adalah stasiun angkasa luar pertama China yang mengorbit pada 30 September 2011. Selama itu, ada dua misi berawak yang dikirim ke stasiun tersebut. Pada 2016, China mengakui bahwa pihaknya kehilangan kendali Tiangong-1 dan tak dapat mengontrol masuknya kembali stasiun itu ke Bumi

Sumber: Liputan6.com

Berita Terkait

Jasa Marga Lanjutkan Pemeliharaan Perkerasan Jalan Tol Ruas Jakarta-Tangerang
Ini Hadiah yang Bakal Didapat Klub Peserta Piala Presiden 2024 Mulai dari Juara Hingga Pemain Terbaik!
Pembebasan Lahan Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Kertosono-Kediri Capai 46,8%, PT JNK Pastikan Pengerjaan Konstruksi Sesuai Rencana
Capai Progress 44%, PT JMRB Siap Hadirkan Ruang Komersial dan Ruang Terbuka Hijau
Tunaikan Ibadah Haji, Dani Ramdan Doakan Kabupaten Bekasi Saat Wukuf di Arafah
Dibuka Oleh Presiden Jokowi, Pj. Wali Kota Bekasi Hadiri Rakernas Apeksi Ke-XVII
Wow, Berikan Peyalanan Nyaman, XL Hadirkan Konsep Baru di Bali
PT Jasamarga Solo Ngawi Optimalkan Layanan Jalan Tol Solo-Ngawi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:59 WIB

Jasa Marga Lanjutkan Pemeliharaan Perkerasan Jalan Tol Ruas Jakarta-Tangerang

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:56 WIB

Ini Hadiah yang Bakal Didapat Klub Peserta Piala Presiden 2024 Mulai dari Juara Hingga Pemain Terbaik!

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:18 WIB

Pembebasan Lahan Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Kertosono-Kediri Capai 46,8%, PT JNK Pastikan Pengerjaan Konstruksi Sesuai Rencana

Selasa, 16 Juli 2024 - 12:26 WIB

Capai Progress 44%, PT JMRB Siap Hadirkan Ruang Komersial dan Ruang Terbuka Hijau

Selasa, 18 Juni 2024 - 10:56 WIB

Tunaikan Ibadah Haji, Dani Ramdan Doakan Kabupaten Bekasi Saat Wukuf di Arafah

Berita Terbaru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan panduan untuk memudahkan kedatangan dan menjadikan waktu berburu mobil baru jadi lebih menyenangkan.

Bisnis

Suzuki Berikan Tips di Pameran GIIAS 2024, Ini Tipsnya !

Sabtu, 20 Jul 2024 - 17:54 WIB

Foto : Partai Amanat Nasional Kota Bekasi Resmi Rekomendasi Tri Adhianto Calon Walikota Bekasi 2024.

Bekasi

Mas Tri dari Dapat Surat Rekomendasi dari PAN

Sabtu, 20 Jul 2024 - 16:03 WIB