Jakarta – bersama resmi membentuk perusahaan patungan PT Nine Koeln Indonesia untuk memperkuat industri pameran dan membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha di Indonesia.
Peresmian perusahaan joint venture tersebut diumumkan di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Kehadiran PT Nine Koeln Indonesia disebut menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan bisnis global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan dan industri pameran di Asia Tenggara.
Managing Director PT Nine Koeln Indonesia, mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi panjang antara Koelnmesse dan AMARA Expo yang telah dimulai sejak penyelenggaraan Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) pada 2017.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui PT Nine Koeln Indonesia, kami ingin menghadirkan platform pameran berkualitas internasional dan membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk terhubung dengan pasar global,” ujar Etty.
Sementara itu, Managing Director sekaligus Presiden Regional APAC Koelnmesse, menyebut Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat industri pameran di kawasan.
Menurutnya, pembentukan PT Nine Koeln Indonesia menjadi bentuk komitmen jangka panjang Koelnmesse terhadap pasar Indonesia yang terus berkembang.
Koelnmesse sendiri merupakan salah satu penyelenggara pameran dagang terbesar di dunia dengan pengalaman lebih dari 100 tahun. Perusahaan ini memiliki portofolio lebih dari 80 pameran internasional di berbagai sektor, mulai dari furnitur, manufaktur, perangkat keras, makanan dan minuman, hingga kedokteran gigi.
Melalui PT Nine Koeln Indonesia, sejumlah pameran internasional dijadwalkan kembali digelar pada September 2026, di antaranya interzum jakarta, International Hardware Fair Indonesia, IFFINA+ supported by IMM Cologne, serta IFMAC WOODMAC.
Pertumbuhan sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 15 persen pada 2026 juga dinilai menjadi momentum penting bagi pengembangan industri pameran nasional. (*)









