Kota Bekasi — Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan operasional SPPG terjadi di kawasan Bekasi Timur dan menelan korban jiwa. Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, Gefri Agitia mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Sementara ini kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi. Untuk CCTV juga sudah kami minta dan saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujar Gefri kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (12/5).
Berdasarkan keterangan sementara, kendaraan operasional tersebut berasal dari dapur SPPG yang lokasinya tidak jauh dari titik kecelakaan. Warga sekitar, kata Gefri, sebelumnya juga sempat mengeluhkan kendaraan tersebut karena kerap melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang relatif sempit.
Dari hasil penyelidikan awal, kendaraan diketahui melintas dari arah tikungan dan berusaha menghindari sepeda motor yang berada di depannya. Namun, sopir diduga panik hingga salah menginjak pedal gas dan akhirnya kehilangan kendali.
“Pengemudi mencoba menghindari kendaraan bermotor, tetapi diduga tidak sempat melakukan pengereman dan justru menginjak gas. Kendaraan kemudian banting setir dalam kecepatan tinggi hingga menabrak dua gerobak pedagang di sekitar lokasi,” jelasnya.
Akibat kerasnya benturan, satu korban meninggal dunia karena mengalami luka berat. Sementara itu, seorang kenek yang turut menjadi korban hingga kini masih menjalani perawatan medis secara intensif.
Sedangkan sopir kendaraan hanya mengalami luka ringan dan kini telah diamankan di kantor Satlantas Polres Metro Bekasi Kota guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain memeriksa saksi, polisi juga tengah mendalami kondisi teknis kendaraan melalui uji kelayakan armada operasional SPPG tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya faktor kelalaian maupun kerusakan kendaraan.
Hingga saat ini, sedikitnya tiga orang saksi telah dimintai keterangan, di antaranya juru parkir dan pedagang yang berada di sekitar minimarket dekat lokasi kejadian. Polisi juga memastikan pihak pengelola SPPG akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.
“Semua pihak terkait akan kami panggil untuk menemukan titik terang atas kejadian ini,” pungkas Gefri. (*)









