Sidang Suap Meikarta Digelar, Jaksa KPK Beberkan Belasan Uang Suap Mengalir di Pejabat dan Bupati

- Redaksi

Rabu, 19 Desember 2018 - 20:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Sidang kasus suap mega proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung.

i

Sidang kasus suap mega proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung.

RJN, Bandung – Kasus suap perizinan mega proyek Meikarta digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (19/12). Belasan miliar uang suap mengalir ke pejabat di Bekasi.

Sidang dengan agenda dakwaan kepada empat terdakwa yakni Bily Sindoro selaku pengembang Meikarta, lalu Hendry Jasmen selaku karyawan pengembang Meikarta, dan Taryudi sebagai konsultan pengembang Meikarta serta Fitradjaja Purnama sebagai konsultan pengembang Meikarta.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bahwa Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin beserta sejumlah pegawai negeri sipil di Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemadam Kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga menerima uang sua‎p dengan total belasan miliar rupiah, terkait proses perizinan proyek Meikarta.

‎Jaksa KPK, Yadyn dalam dakwaannya mengatakan bahwa terdakwa Billy Sindoro selaku pimpinan pengembang Meikarta melalui PTMahkota Sentosa Utama pada Juni 2017 hingga Januari 2018 dan pada Juli hinggaOktober 2018, atau setidaknya pada pertengahan 2017 hingga Oktober 2018.

“Terdakwa melakukan, menyuruh melakukan, danyang turut serta melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut memberi sesuatu berupa uang,” terang Yadyn dalam dakwaannya, Rabu (19/12) di Pengadilan Tipikor Bandung.

Uang suap tersebut, seluruhnya berjumlah Rp16,182 miliar dan SGD 270 ribu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara.

Jaksa kemudian menyebut rincian total uang suap tersebut yang diberikan kepada Bupati Bekasi dan sejumlah ASN di Pemkab Bekasi. Mulai dari level kepala dinas hingga kepala bidang.

“‎Yaitu kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sejumlah uang senilai (total) Rp10,83 miliar dan SGD 90 ribu,” terang Jaksa KPK.

Yadyn juga menyebut secara rinci perihal uang suap tersebut diberikan kepadasiapa saja, diantaranya:

  1. Kepala DPMPSP Dewi Tisnawati sebesar Rp 1 miliar dan SGD 90 ribu,
  2. Jamaludin selaku Kepala Dinas PUPR Rp 1,2 miliar dan SGD 90 ribu,
  3. Sahat Maju Banjarnahor sebagai Kepala Dinas Damkar sebesar Rp 952 juta,
  4. Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili sebesar Rp 700 juta,
  5. Daryanto‎ selaku Kepala Dinas LH Daryanto sebesar Rp 300 juta,
  6. Tina Karini Suciati Santoso selaku Kabid Bangunan Umum Dinas PUPR ‎sebesar Rp 700 juta.
  7. E Yusuf Taufik selaku Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Bekasi sejumlah Rp 500 juta.

Bahwa pemberian uang suap itu terkait proses perizinan proyek Meikarta mulai dari pemberian izin IPPT hingga izin lingkungan dalam proyek pendirian properti Meikarta di lahan seluas 438 hektare yang dibagi dalam tiga tahap.

Baca Juga :  Suharso Monoarfa Menilai Proyek Meikarta Menguntungkan Negara

“Tahap pertama 143 hektare, tahap 2 193hektare dan tahap 3 101,5 hektare dinamakan proyek Meikarta dengan konsep hunian berupa apartemen dan komersial,” ujar Jaksa.

Dalam kasus ini, empat orang dari pengembang Meikarta dijadikan terdakwa. Yakni Bily Sindoro, Taryudi, Firman Fitradjaja dan Henry Jasmen. Mereka didakwa dalam tiga pasal.

Pertama, pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana dalam dakwaan kesatu, dan dakwaan kedua, Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana, dandakwaan ketiga Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal itu mengatur soal pemberian suap padapegawai negeri sipil atau penyelenggara negara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Sidang yang berlangsung selama 1,5 jamtersebut, akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi dan dilanjutkan dengan mendengar keterangan saksi.(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERSIB U15 Kembali Bawa Pulang Gelar Juara Nasional Piala Soeratin 2026
Asep Surya Atmaja Bidik Berobat Gratis untuk Seluruh Warga Bekasi Mulai 2027
Lantik Bupati Bekasi Definitif, Dedi Mulyadi Targetkan Jalan Rusak Tuntas pada 2027
Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB
Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:16 WIB

PERSIB U15 Kembali Bawa Pulang Gelar Juara Nasional Piala Soeratin 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Asep Surya Atmaja Bidik Berobat Gratis untuk Seluruh Warga Bekasi Mulai 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Lantik Bupati Bekasi Definitif, Dedi Mulyadi Targetkan Jalan Rusak Tuntas pada 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Jelang Hadapi Persik, PERSIB Dapat Kabar Baik soal Beckham dan Gakuto

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Berita Terbaru