Serikat Pejuang Tani Desak Pemkab Dukung Program IPHPS

- Redaksi

Rabu, 2 Oktober 2019 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Indramayu – Ratusan petani hutan yang tergabung dalam Serikat Pejuang Tani Indramayu Barat (SPTIB) berunjuk rasa di depan kantor Bupati Indramayu pada Selasa (1/10/2019). Kedatangan mereka untuk mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu agar mendukung program Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).

Terlebih, SPTIB sudah mengantongi SK IPHPS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
“Itu menjadi bukti bahwa petani hutan bukan petani ilegal. Sama dengan petani lain yang ada di Indramayu,” kata Trisno, salah satu massa aksi dalam orasinya.
Maka dari itu, sambung Trisno, Pemkab Indramayu wajib mendukung program IPHPS yang dicetuskan oleh Presiden Joko widodo. Dukungan tersebut berupa sarana dan prasarana pertanian. Seperti irigasi pertanian, ketersediaan air, hingga pupuk bersubsidi.
Aksi unjuk rasa ini, berjalan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Indramayu. Setelah berorasi, sejumlah perwakilan massa aksi beraudiensi dengan Pemkab Indramayu.
Sementara itu, Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Indramayu Maman Kostaman, menyampaikan statemen Bupati Indramayu Supendi kepada massa aksi.
“Pak Bupati menyambut baik program IPHPS,” ujarnya dihadapan massa aksi.
Khusus untuk program pupuk bersubsidi, sambung Maman Kostaman, Pemkab Indramayu akan mempelajari pengajuan program pupuk bersubsidi untuk para petani hutan yang mendapatkan program IPHPS.
“Saya akan mempelajari konteksnya, yang penting sepanjang tidak bertentangan dengan aturan,” terangnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid Sarbini, mengatakan sinkronisasi program pertanian akan menambah kesejahteraan para petani.
“Siap mendukung program IPHPS, mudah mudahan kedepan petani penggaran di sawah dan hutan semakin sejahtera,” paparnya kepada massa aksi. (red/rjn)
Baca Juga :  Petani di Kecamatan Balongan Diminta Percepat Masa Tanam
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru