Bandung – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan prevalensi depresi tertinggi di Indonesia, yakni 3,3 persen, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) terbaru.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Peran Psikolog Klinis dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Se-Jawa Barat, yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Jumat (9/5/2025).
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Jawa Barat harus bertransformasi dari provinsi dengan tingkat depresi tertinggi menjadi provinsi paling bahagia. Maka layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat harus segera diakselerasi,” tegas Herman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyoroti tekanan ekonomi sebagai salah satu pemicu utama gangguan kesehatan jiwa. Dari data yang dipaparkan, terdapat 96.000 kasus perceraian di Jabar, dengan 90.000 di antaranya merupakan gugatan dari pihak perempuan. Hal ini menunjukkan kerentanan ketahanan keluarga di wilayah tersebut.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









