Selain itu, Herman juga memperingatkan bahaya pinjaman online dan judi online yang mulai menjangkiti anak-anak dan remaja, memperburuk kondisi kesehatan mental masyarakat.
“Penanganan gangguan jiwa harus bersifat promotif, preventif, dan kuratif. Kita butuh penataan kelembagaan dan penguatan SDM. Puskesmas harus mulai melayani meski belum sempurna. Jangan tunggu sempurna baru bergerak,” ujarnya.
Pemerataan Psikolog Klinis di Puskesmas
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk menghadirkan layanan psikolog klinis di Puskesmas sebagai bagian dari solusi jangka panjang terhadap meningkatnya gangguan kesehatan jiwa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Psikolog klinis adalah tenaga esensial di Puskesmas. Mereka berperan dalam pencegahan, deteksi dini, intervensi, dan rehabilitasi masalah kesehatan jiwa,” jelas Erwan.
Menurutnya, kehadiran psikolog klinis di layanan primer dapat mengurangi beban rumah sakit jiwa dan rujukan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental.
Erwan menargetkan, pada tahun depan setidaknya 300–500 Puskesmas di Jabar sudah memiliki psikolog klinis, dengan tujuan jangka panjang menjangkau seluruh 1.000 lebih Puskesmas di wilayah Jawa Barat.
Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia.
“Jangan sampai kita sudah sosialisasi, tapi psikolognya tidak ada. Segala sesuatu harus disiapkan dengan matang dan ada aksi nyata, bukan hanya rapat-rapat tanpa implementasi,” pungkasnya.
Halaman : 1 2









