SBMI Apresiasi Polres Indramayu, Gagalkan Pengiriman 2 Calon PMI ke Irak

- Redaksi

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Indramayu – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu mengapresiasi kinerja Kepolisian Resort (Polres) Indramayu yang berhasil menggagalkan rencanakan pengiriman 2 orang calon Pekerja o Indonesia (PMI) asal Indramayu ke Irak.

“SBMI mengapresiasi kinerja Polres Indramayu yang sudah berhasil menggagalkan rencana pengiriman 2 orang perempuan asal Indramayu yang akan dipekerjakan ke Irak,” ucap ketua SBMI Indramayu, Juwarih, Sabtu (26/10).

Baca Juga :  AMC Bersatu Turun ke Jalan Tolak RUU HIP di Gedung DPRD Kota Cirebon

Juwarih mengatakan, Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun Negara-Negara yang dimaksud dalam Kemenaker tersebut diantaranya; Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Palestina, Qatar, Sudan, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman dan Yordania.

Baca Juga :  Jasa Marga Lakukan Antisipasi Layanan Lalulintas dan Transaksi di GT Cikunir 2

“19 negara tersebut oleh pemerintah dinyatakan tertutup (Moratorium) untuk pengiriman PMI disektor informal. Jika pihak perekrut/calo masih melakukan praktek perekrut maka konsekuensinya berhadapan dengan hukum,” tegas Juwarih.

Juwarih mengimbau, kepada masyarakat Indramayu agar waspada dan hati-hati jika ditawari bekerja ke luar negeri khususnya di sejumlah negara penempatan di Timur Tengah.

Baca Juga :  Plt Ketua TP PKK: Mendorong 4 Berdaya Perempuan Wujudkan Perempuan Hebat

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur tawaran kerja ke Timur Tengah walaupun diming-imingi gaji besar, proses mudah dan cepat, serta uang fee besar, karena bekerja ke sejumlah negara Timur Tengah termasuk Irak itu unprosedural atau ilegal,” imbaunya.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Balita 2 Tahun Tewas di Kontrakan Jatirangga Bekasi, Polisi Selidiki Penyebabnya
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Polres Metro Bekasi Ringkus 25 Bandit Motor, 23 Motor Curian Berhasil Disita
Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Bekasi, Korban Sampai Dirawat 4 Hari

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:08 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Kontrakan Jatirangga Bekasi, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru