Pada tahapan ketiga, keduapuluh group kerja yang terpilih ditantang untuk melalui sembilan fase pengembangan Solusi IoT. Dimulai dari inkubasi, market survey, ideation, design thinking, prototyping, market validation, proof of concept, product sample, hingga mass production. Pada tahap keempat, dipilih 10 group kerja untuk masuk ke tahap grand final yang dilaksanakan pada Rabu (25/5) di Jakarta.
Tim juri terdiri dari 10 mentor profesional, yaitu Aun Abdul Wadud selaku Group Head Solution Architect & Development XL Axiata, Novi Arian selaku Head New Ventures & Technology XL Axiata, Budi Purwanto selaku APK APBN Ahli Muda Setditjen Pendidikan Islam, dan Muhammad Firdiansyah selaku Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat KSKK Madrasah, Kemenag RI.
Pertama kali diperkenalkan pada 2020, AMD diimplementasikan dalam bentuk pelatihan dunia digital bagi siswa Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia khususnya terkait IoT. Pelatihan ini diselenggarakan secara intensif melalui kegiatan online dengan didukung oleh tim X-Camp dari XL Axiata. Program yang telah masuk tahun kedua ini dirancang untuk menyiapkan generasi muda dari berbagai madrasah di Indonesia untuk lebih siap menghadapi era revolusi industri 4.0, khususnya di IoT, marketing, big data, komunikasi, serta kewirausahaan.(*)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT









