Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 debitur di seluruh Indonesia, yang digelar bersamaan dengan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP). Acara tersebut berlangsung di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka, Kota Depok, Jawa Barat.
Kegiatan berskala nasional ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus memperkuat program penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Akses Hunian Layak
Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe hadir mewakili Pemkot Bekasi dan menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program KUR dan KPP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program KUR dan KPP merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil agar tetap tumbuh dan berdaya saing, sekaligus memberikan kesempatan bagi warga untuk memiliki hunian yang layak,” ujar Abdul Harris.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya mendorong produktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di tingkat daerah.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Menurut Abdul Harris, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan merupakan kunci utama agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat luas, termasuk di Kota Bekasi.
“Kami mendukung penuh upaya ini karena berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor produktif,” tambahnya.
Dengan target 800 ribu debitur, pelaksanaan akad massal KUR ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi nasional serta memperkuat kemandirian ekonomi rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Komitmen Pemkot Bekasi untuk Ekonomi Rakyat
Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai program strategis nasional yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Berbagai inisiatif daerah juga terus digerakkan, mulai dari penguatan UMKM, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga sinergi pembiayaan produktif melalui kerja sama dengan lembaga perbankan dan sektor swasta. (Advertorial)









