Kabupaten Bekasi — Tahapan pengambilan nomor urut calon anggota BPD Desa Muktiwari berlangsung tertib dan kondusif pada Kamis, 14 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diikuti total 20 calon dari tiga dusun.
Ketua Panitia BPD Desa Muktiwari, Husin Syahrulloh mengatakan, seluruh proses penetapan calon hingga pengundian nomor urut berjalan aman tanpa hambatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah sangat kondusif, tertib, aman, dan tidak ada masalah,” ujar Husin.
Ia menjelaskan, dari total 20 calon yang akan mengikuti pemilihan, Dusun 1 diikuti lima calon, Dusun 2 sebanyak delapan calon, dan Dusun 3 diikuti tujuh calon.
Tahapan pemungutan suara sendiri dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026. Panitia mengimbau masyarakat yang telah terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT) agar hadir langsung menggunakan hak pilihnya dengan membawa surat undangan atau surat pemberitahuan.
“Masyarakat wajib membawa surat undangan saat pencoblosan dan tidak boleh diwakilkan,” tegas Husin.
Panitia juga berharap seluruh calon beserta pendukungnya tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan berlangsung.
“Pilihan boleh berbeda, tapi persaudaraan harus tetap berjalan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Muktiwari Bahrudin SE, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan pengambilan nomor urut calon BPD.
“Alhamdulillah penetapan calon dan pengocokan nomor urut hari ini berjalan aman dan kondusif. Semoga ke depannya sampai hari pemilihan nanti tetap damai, aman, dan tenteram,” ujar Bahrudin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kecamatan, koramil, dan kepolisian yang turut membantu pengamanan jalannya acara sehingga berlangsung lancar.
Menurut Bahrudin, anggota BPD yang nantinya terpilih diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah desa dalam menjalankan tugas dan mengawal aspirasi masyarakat.
“Kalau nanti BPD terpilih, saya berharap harus bersinergi dengan kepala desa. BPD itu seperti dewan di desa, jadi harus bekerja sama menampung aspirasi RT dan masyarakat, lalu benar-benar dikawal dan disosialisasikan,” pungkasnya.
(*)









