- Pertama, Pron.id (MAN Insan Cendekia Tanah Laut) yang berfungsi untuk mendeteksi kelembapan tanah, suhu, dan udara melalui satu aplikasi.
- Kedua, Laying Hens System (MAN 1 Kudus) yang berfungsi untuk menyerap bau dan monitoring suhu pada kandang ayam petelur.
- Ketiga, El-Tofu (MAN Kota Blitar) yang berfungsi untuk mengkonversi limbah tahu menjadi listrik berbasis IoT serta dapat memonitor tegangan, arus listrik dan daya yang telah dihasilkan oleh limbah.
- Keempat, BeRice (MAN Insan Cendekia Gowa) yang berfungsi untuk mempermudah badan amil zakat atau baznas dalam penyaluran zakat sekaligus dengan pendataan yang dinilai cukup rumit.
- Kelima, E-Koi (MAN 2 Kudus) yang memiliki berbagai kemampuan, mulai dari monitoring kualitas air kolam, memberikan instruksi jikalau keadaan air kolam abnormal, memberikan real-time data, stabilitas yang tinggi, dan proteksi terhadap berbagai macam cuaca.
Ajang lomba menciptakan solusi IoT ini merupakan bagian dari AMD yang proses pelaksanaannya telah dimulai sejak 2021 yang lalu. Tahap seleksi awal diikuti oleh 1.200 orang peserta yang tergabung ke dalam ratusan kelompok. Tiap kelompok mengumpulkan berbagai macam proposal yang berisi ide pengembangan solusi IoT. Pada tahapan kedua, dipilih 100 peserta terbaik yang kemudian dikelompokkan ke dalam 20 grup kerja untuk mengikuti pelatihan online secara intensif. Pelatihan ini diberikan oleh para mentor profesional, termasuk dukungan dari para expert dari XL Axiata.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
























