Ridwan Kamil Kunjungi TPST Bantargebang

- Redaksi

Kamis, 19 April 2018 - 22:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (19/4). Menurut dia, kondisi tempat pembuangan akhir tersebut sudah kritis.

“TPA Bantargebang yang merupakan TPA yang sudah kritis. Ini adalah sampah dariJakarta yang dibuang ke wilayah Jawa Barat. Setiap hari mencapai 5.000 sampai 7.000 ton sampah dibuang di sini,” katanya di TPST Bantargebang, Kamis (19/4).

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, kondisi TPST tersebut semakin kritis, gunungan sampah terus menjulang tinggi melebihi 50 meter. Padahal, standarnya, kata dia, hanya 40 meter. Sedangkan lahan yang tersedia sudah habis. Karena itu, kata dia, meskipun lahan milik DKI harus menjadi perhatian, karena berada di wilayah Jawa Barat.

“Kerja sama dengan DKI harus menjadi perhatian yang maksimal,” kata mantan Wali Kota Bandung ini.

Baca Juga :  Siswandi-Euis Beberkan Kronologi Dugaan Mahar Usai Diperiksa Panwaslu

TPST Bantargebang merupakan milik DKI Jakarta yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat. Luas lahan TPST tersebut mencapai 110 hektar. Kini TPST itu dikelola sendiri oleh Pemerintah DKI Jakarta setelah kontrak dengan PT Godang Tua Jaya pada pertengahan 2016 lalu diputus.

Dalam mengatasi persoalan sampah sendiri, Emil mempunyai lima sampai tujuh program. Di antaranya pengolahan sampah habis di tempat sehingga tidak sampai dibuang ke pembuangan akhir, mengolah sampah berbasis wilayah sehingga tidak terpusat di satu tempat.

Baca Juga :  Camat Serang Baru Monitoring Musrenbangdes

“Mengolah sampah menjadi energi adalah sebuah keharusan. Di negara-negara lain sudah dilakukan. Di Jawa Barat, Pak Aher (Gubernur Jawa Barat) sudah melelang pengolahan sampah Legok Nangka di Kabupaten Bandung,” kata Emil.

Menurut dia, sampah yang dibuang ke TPA harus melalui proses konvektor atau penekanan, sehingga tidak bercampur dengan air. Gunungan sampah yang terjadi saat ini mayoritas sampah tersebut bercampur dengan air.(RJN)dan

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DLH Kota Bekasi Awasi Pengelolaan Air Limbah Restoran, Ambil Sampel di Kali Abang 2
Perumda Tirta Bhagasasi Raih Terbaik I Pengelolaan Media Sosial DigiKom Fest 2026
Adhyaksa Bekasi FC Takluk dari Persikad di Laga Perdana Stadion Patriot
Perubahan APBD 2026 Diajukan, Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun
Kejagung Geledah Pemkot hingga Bapenda Bekasi, Terkait Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP
DPRD Kabupaten Bekasi Fokuskan APBD 2027 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Cegah Korupsi dari Hulu, Kepala Bappeda Bekasi: “Harus Kita yang Memulainya”
Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:09 WIB

DLH Kota Bekasi Awasi Pengelolaan Air Limbah Restoran, Ambil Sampel di Kali Abang 2

Senin, 21 September 2026 - 16:34 WIB

Perumda Tirta Bhagasasi Raih Terbaik I Pengelolaan Media Sosial DigiKom Fest 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 10:34 WIB

Adhyaksa Bekasi FC Takluk dari Persikad di Laga Perdana Stadion Patriot

Kamis, 17 September 2026 - 23:47 WIB

Perubahan APBD 2026 Diajukan, Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WIB

Kejagung Geledah Pemkot hingga Bapenda Bekasi, Terkait Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP

Berita Terbaru