Ridwan Kamil Akan Layani Ngopi Gratis Untuk Warga

- Redaksi

Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bandung –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar pameran kopi bertajuk Ngopi Saraosna Vol 6 di halaman Gedung Sate Bandung pada 12-13 Oktober 2018, menyediakan sekitar 10 ribu cangkir kopi gratis kepada warga dalam acara akhir pekan itu.

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil dalam siaran pers pemerintah provinsi mengatakan acara Ngopi Saraosna yang namanya kali ini ia singkat menjadi Ngora Vol 6 akan dikemas dengan konsep lebih santai, rileks dan romantis.

“Tidak akan terlalu formal, di sini banyak area yang instagramable seperti di halaman kantor pos itu. Saya ingin suasana lebih rileks,” kata Emil.

Untuk itu Ridwan Kamil memilih halaman belakang Gedung Sate yang luas dan memiliki banyak pohon rindang sebagai lokasi acara Ngora Vol 6.

“Tanggal 12-13 Oktober 2018 kita akan mempromosikan kopi Jabar ke seluruh Indonesia dan dunia melalui acara Ngopi Saraosna Vol 6, kali ini saya singkat Ngora Vol 6,” katanya.

“Lokasinya tetap di Gedung Sate tapi saya ubah tidak di depan melainkan di halaman belakang yang lebih banyak pohonnya, rindang, lebih rileks dan romantis,” dia menambahkan.

Baca Juga :  AXIS Ajak Mahasiswa Berkolaborasi dan Berinovasi untuk Generasi Muda

Acara yang akan menghadirkan 64 gerai kopi itu diharapkan bisa membangun budaya ngopi dalam masyarakat.

“Jadi hal-hal positif dari zaman Pak Aher akan saya lanjutkan tinggal namanya harus spesifik menurut saya,” ujar Emil.

“Tahun depan mungkin namanya akan diganti, tapi kita mau studi dulu. Saya inginnya go international maka bahasanya harus menyesuaikan,” terangnya.

Ngora Vol 6 rencananya akan dihadiri oleh para duta besar negara-negara yang memiliki ketertarikan dengan kopi. Artis seperti Nicholas Saputra, Dewi Lestari, d’Masiv, Mustache and Beard, dan Homogenic juga dijadwalkan ikut memeriahkan acara itu.

“Goal dari acara ini ujungnya adalah ingat kopi Indonesia, ingat Jabar,” ucap Emil.

Baca Juga :  Kukuhkan Jurusan MPI, Lulusan STIT Nunsatara Siap Bersaing di Dunia Industri dan Pendidikan

Ia menjelaskan kopi yang pertama kali masuk ke Jawa Barat berasal dari Afrika. Pedagang dari India yang membawa kopi itu menamainya kopi gunung Malabar, seperti nama daerah di India.

Pemerintah kolonial kemudian menyebarkan kopi itu ke seluruh dunia dan mendapat respons positif terutama di Amerika Latin, yang sampai sekarang masih lekat dengan kopi.

“Nah saya ingin citra itu diambil alih lagi oleh Indonesia, khususnya Jabar, caranya ya salah satunya mempromosikan dengan cara ini,” tutur Emil. (izi/red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Desak Taufiq Hidayat Dijerat Pasal Berlapis, Muncul Usulan Hukuman Kebiri
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Wawali Kota Bekasi Hadiri Pengukuhan Kepala BI Jawa Barat di Bandung
Eks Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar
Terdakwa Korupsi Sarjan Dituntut 2 Tahun 3 Bulan Penjara

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:53 WIB

DPR Desak Taufiq Hidayat Dijerat Pasal Berlapis, Muncul Usulan Hukuman Kebiri

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terbaru