Pintu Air Sipon Wanguk Selesai Diperbaiki, Petani di Enam Kecamatan Bisa Bernafas Lega

  • Whatsapp

RJN, Indramayu – Ancaman kekeringan di enam kecamatan di Kabupaten Indramayu sepertinya bakal segera diminalisasi setelah Bendungan Sipon Wanguk yang jebol, beberapa hari lalu telah selesai diperbaiki.

Meski tak sesuai target atau sedikit molor, namun setidaknya setelah selesai diperbaiki petani di enam kecamatan bisa bernafas lega karena areal sawah mereka bakal segera mendapatkan suplai air dari Bendungan Sipon Wanguk.

Bacaan Lainnya

Kepala UPTD Balai Pertanian Kecamatan Haurgeulis, Hadi Joko Pramono menjelaskan pendistribusian air akan dilakukan secara bertahap. Untuk awal air dari Bendungan Sipon Wanguk akan dialirkan ke tiga kecamatan.

“Bendung Sipon Wanguk yang jebol diprediksi Rabu selesai diperbaiki, tapi memang tidak sesuai rencana. Jadi dua pintu hari ini selesai, kita fokuskan air untuk Kecamatan Bongas, Kandanghaur dan Gabus segera lancar,” paparnya Kamis (27/6/2019).

Pintu air di Bendungan Sipon Wanguk lanjut Joko, hari ini Kamis (27/6/2019) sudah kembali dibuka dan pihaknya berharap para petani disiplin serta bijak mengatur suplai air. Artinya memanfaatkan air sesuai kebutuhan saja.

“Kita atur tata gilir air, oleh karena itu petani harus sabar. Manfaatkan air sehemat mungkin, jangan sampai sawahnya sudah penuh kemudian tidak mau giliran dengan sawah yang ada dibelakang,” ucapnya.

Untuk menghindari kecemburuan, pihaknya juga berencana menutup bobokan-bobokan besar. “Kita survei ada beberapa tanggul yang dibobok, ada yang besar dan kecil. Yang kecil kita biarkan, sedangkan yang besar kita tutup. Dan kami himbau untuk menggunakan pompa air saja,” ungkapnya.

Terpisah Juki (45), petani asal Kecamatan Bongas mengatakan, dengan ditutupnya aliran menyebabkan ratusan hektar sawah di wilayah Bongas mengalami kekurangan pasokan air.

Juki menyayangkan penutupan aliran air ini, pastinya kata dia, ada kekhawatiran bagi para petani mengalami gagal panen.

“Kami berharap tidak akan terjadi kembali hal yang sama,kalaupun harus ada penutupan aliran sungai paling tidak pemerintah harus memperkirakan dari mana sumber air untuk persawahan di enam kecamatan,” tuntasnya. 

(nan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *