oleh

Pertamina MOR III Pastikan Kebutuhan Avtur BIJB Aman

RJN, Majalengka – Aktivitas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang mulai menggeliat setelah pemindahan sebagian penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara membuat Pertamina harus memastikan suplai bahan bakar pesawat tetap aman.

Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III menjamin jika ketersediaan Avtur untuk aktivitas penerbangan di BIJB tidak ada masalah. Bahkan, jika penerbangan umrah dari wilayah timur Jawa Barat terbang dari BIJB. Seperti dikatakan GM Marketing Pertamina MOR III Tengku Fernanda saat meninjau depot satelit pengisian bahan bakar BIJB, Selasa (10/9/2019).

Diungkapkan Fernanda -sapaan akrab Tengku Fernanda-, Pertamina terus mendukung kebutuhan Avtur di BIJB dan telah menyiapkan fasilitas pendukung Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk memenuhi kebutuhan maskapai.

“Pertamina sebagai perusahaan pemerintah yang bergerak dibidang energy akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan dan menjamin ketersediaan sumber energi termasuk kebutuhan transportasi udara,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, pasokan Avtur untuk kebutuhan BIJB disuplai dari terminal BBM Balongan menggunakan mobil tangki khusus Avtur, yakni bridger berkapasitas 24 KL. Selanjutnya, Avtur ditampung dalam 4 unit tangki modular berkapasitas masing-masing 20 KL, dan kemudian diisikan menggunakan mobil tangki khusus untuk mengisi ke pesawat atau disebut mobil tangki refueler.

Lebih jauh Fernanda,  jika dihitung secara volume, suplai Avtur ke BIJB masih relatif kecil. hanya 60-70 kilo liter per hari atau sekitar 1,4 persen dibandingkan total pasokan di Bandara Soekarno Hatta.

“Namun yang patut digarisbawahi bahwa seberapapun kebutuhannya kami upayakan untuk dapat mendukung BIJB, agar dapat tumbuh dan terus berkembang sehingga menjadi Bandara penyangga di Jawa Barat,” katanya.

Isu BIJB yang digadang-gadang menjadi bandara terbesar kedua setelah bandara Soekarno Hatta karena akan menjadi Bandara yang melayani penerbangan dari Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah harus dipersiapkan sistem suplai bahan bakar yang baik.

“Bandara Kertajati akan menjadi salah satu bandara terbesar di Indonesia. Menyambut hal tersebut, kami juga telah menyiapkan peningkatan layanan dan fasilitas DPPU,” sebutnya.

Untuk itu, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) BIJB dilengkapi dengan sistem pengisian menggunakan Hydrant Dispenser sehingga tangki avtur tidak perlu masuk area parkir pesawat atau apron. Namun Avtur disalurkan dari DPPU menggunakan sistem pivanisasi dan selanjutnya Avtur dipompakan menggunakan Hydrant Dispenser ke pesawat.

(kii/rjn)

Komentar

News Feed