Pemkot dan Forkompimda Kota Cirebon Hadiri Tradisi Panjang Jimat di Keraton Kanoman

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), serta beberapa tokoh penting lainnya menghadiri tradisi Panjang Jimat yang dilaksanakan di Keraton Kanoman, hari Jumat (1/12) malam. Selain itu, juga hadir dari Kedubes Jepang dan perwakilan dari Keraton-Keraton se-Nusantara. Acara tersebut juga sekaligus memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari ini, atau bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1439 H.

Walikota Cirebon Nasrudin Aziz menyampaikan bahwa sebagai bangsa Indonesia, kita harus senantiasa mengingat perjuangan para pendahulu. Keraton-Keraton yang ada di Kota Cirebon Ini bukti kejayaan bahwa Kota Cirebon itu adalah kota yang memiliki kejayaan di masa lampau.

“Kami para penerusnya ini harus melestarikan semangat untuk membuat kota Cirebon ini semakin maju terus dan tidak akan melupakan para pendahulu pendahulunya. Warga masyarakat kota Cirebon harus memiliki rasa bangga dan harus memiliki rasa kepedulian untuk terus merawat dan melestarikan Kesultanan Cirebon, karena ini adalah bukti sejarah,” jelasnya saat ditemui awak media, Jumat (1/12).

Sedangkam menurut Hj. Sofiah Effendi atau yang kerap dipanggil Bunda Fifi, kegiatan ini memang setiap tahun harus dilakukan. Dan ini adalah suatu bukti bahwa kita harus selalu ingat sama yang Maha Kuasa.

“Dan ini adalah bukti peninggalan leluhur yang harus diingat oleh warga Cirebon pada khususnya,” terangnya.

Sedangkan Jubir Kesultanan Kanoman Arimbi Nurtina mengatakan, prosesi Panjang Jimat diawali dengan Lamaran atau Panjang Mios yang dimulai setelah Ashar. Prosesi ini merupakan gladi resik Napak Tilas, menelusuri sebagian rute yang akan dilalui oleh iringan Panjang Jimat.

“Perjalanannya akan diiringi oleh Patih. Sedangkan yang akan mengusung Pusaka adalah para Abdi Dalem yang dikawal Famili dengan pengamanan Pasukan Keraton dan Margesari berjumlah sekitar 300 orang,” jelasnya.

Kemudian, acara puncak adalah Pelal Agung yang bertempat di Blandongan, atau teras Pendopo Jinem, pada jam 21.00 WIB. Dalam tradisi ini, Sultan Kanoman XII Moch Emirudin melepas iringan Panjang Jimat yang dipimpin oleh Patih. Kemudian, Patih akan memimpin iringan seluruh pembawa Pusaka/Jimat dan kelengkapan lainnya ke masjid yang telah ditunggu oleh seluruh kaum untuk membaca
Sholawat Rasulan dan doa-doa lainnya sampai jam 24.00 WIB.

“Iringan pembawa Pusaka akan terdiri tidak kurang dari 500 orang Famili dan Abdi Dalem yang membawa lilin besar, obor, tumbak, dan sebagainya, yang masing-masing melambangkan ajaran-ajaran Islam,” terang Arimbi.(Juf/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.