Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Bekasi, Edi Rocyadi menegaskan pada prinsipnya KP3D masih tetap berjalan secara simultan. Meskipun dengan berbagai kendala, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
Sebab, Disnaker mengaku tidak mungkin bekerja sendiri mendorong tenaga kerja lokal dapat bekerja di perusahaan. Makanya, pengawas tenaga kerja, penyiapan SDM dari UPTD Pendidikan Jawa Barat dan pihak- pihak perwakilan perusahaan menjadi bagian yang sangat penting agar tenaga kerja lokal dapat terserap.
” Pj Bupati memberikan arahan dalam rapat koordinasi bersama dengan pihak perwakilan perusahaan dan juga Apindo serta pihak pengawas tenaga kerja, penyiapan SDM dari UPTD Pendidikan Jawa Barat semua dilibatkan dan diajak diskusi untuk mencari solusi yang terbaik, sehingga kami tetap komitmen bersama memprioritaskan perluasan tenaga kerja lokal kita,” tegasnya.
Sepanjang tahun 2022 capaian tenaga lokal Kabupaten Bekasi mencapai 5.000 lebih tenaga kerja, dan kini data terakhir 2023 sampai pertengahan bulan Juni mencapai 5.300 tenaga kerja yang sudah diterima.
“Kita berharap sampai akhir Desember 2023 bisa terus bertambah ditingkatkan lagi jumlahnya, dan kita meminta pihak perusahaan agar terus menjaga komitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal kita,” katanya. red
Halaman : 1 2











