Bekasi – Memasuki usia ke-19 tahun, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot Kota Bekasi terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satu program unggulan yang resmi diluncurkan bertepatan dengan hari jadi perusahaan adalah Zona Air Minum Prima (ZAMP) yang mulai dirintis sejak Januari 2025.
“Alhamdulillah memang sejak awal tahun kami sudah membentuk tim khusus untuk Zona Air Minum Prima. Skemanya ke depan akan kami kembangkan melalui sistem steam zoning dan spot. Hari ini, tepat di usia ke-19 tahun, kami bisa menghadirkan dua spot air minum publik sebagai tahap awal,” ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi, saat ditemui usai seremoni peringatan HUT, Minggu (29/6/2025).
Inovasi Spot Air Minum Publik
Program ZAMP difokuskan pada area-area publik seperti ruang olahraga dan kawasan rekreasi. Dua titik air minum gratis kini tersedia untuk masyarakat, dan akan terus diperluas ke lokasi strategis lain seperti pelangsa, alun-alun, dan fasilitas publik lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ali Imam menjelaskan bahwa sistem air minum yang dipasang menggunakan dispenser otomatis berteknologi sensor untuk memastikan kualitas air sesuai standar kesehatan.
“Dispenser ini dilengkapi sensor yang otomatis menolak air jika tidak layak konsumsi. Selain air biasa, tersedia juga pilihan air panas dan dingin. Jadi aman dan praktis untuk warga, termasuk yang sedang berolahraga,” jelasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat Kota Bekasi.
Harapan dan Target di Usia ke-19
Ali Imam menegaskan bahwa di usia 19 tahun, Tirta Patriot terus berbenah dan menargetkan untuk menjadi perusahaan air minum modern, menyusul kota-kota besar lain seperti Bandung dan Bogor.
“Meski usia kita masih muda dibanding Bandung (70 tahun) dan Bogor (45 tahun), pelanggan kita sudah di atas 100 ribu sesuai Permendagri terbaru. Ini tantangan sekaligus motivasi untuk meningkatkan tata kelola dan sistem digitalisasi layanan,” ujarnya.
Tirta Patriot berencana akan mempublikasikan kemajuan sistem digitalisasi tersebut pada tahun 2026 sebagai bagian dari transformasi pelayanan berbasis IT.
Dukungan Modal dan Penguatan Aset
Tahun ini, Pemerintah Kota Bekasi juga menggelontorkan penyertaan modal sebesar Rp45 miliar untuk pembangunan proyek relokasi intake air baku, sebagai upaya peningkatan kualitas dan ketahanan pasokan air.
“Relokasi intake yang sudah kita mulai pembangunannya akan menjadi tonggak penting. Jika selesai, kita tidak lagi bergantung pada pasokan Kalimalang. Air baku yang kita kelola kualitasnya jauh lebih sesuai untuk air minum,” jelas Ali Imam.
Selain itu, pengembangan jaringan distribusi juga dilakukan melalui integrasi sejumlah cabang layanan. “Bulan depan kami akan menerima pengalihan pengelolaan Cabang Rawa Lumbu, kemudian menyusul Cabang Poncol dan Pondok Ungu sebelum akhir tahun. Target 2025 semua wilayah Bekasi masuk dalam cakupan layanan kami,” tandasnya. (*)









