PAUD dan Dikmas Gelar Seminar Internasional Pendidikan Anak Usia Dini 2017

- Redaksi

Jumat, 17 November 2017 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Yogyakarta – Seminar Internasional Pendidikan Anak Usia Dini 2017 menjadi momentum lahirnya center atau lembaga yang concern terhadap pendidikan anak usia dini dan pola asuh keluarga di kawasan Asia Tenggara.

Demikian disampaikan Dirjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, Harris Iskandar seusai membuka seminar internasional SEAMEO Ceccep di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta, Rabu (15/11).

“Lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di ASEAN. Pasalnya, SEAMEO CECCEP merupakan center atau pusat kajian dan pengembangan pendidikan usia dini. Ini menjadi langkah awal untuk peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga di Indonesia khususnya, dan Asean,” papar Harris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SEAMEO CECCEP, kata Harris, dibentuk untuk merealisasikan program pertama dari 7 program prioritas SEAMEO dan komitmen dunia dalam pendidikan anak usia dini yang termaktub dalam agenda PBB melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG). Pada tahun 2030, dunia berkomitmen memastikan semua anak perempuan dan laki-laki memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan, dan pendidikan anak usia dini bermutu sehingga mereka siap untuk memasuki pendidikan dasar.

Baca Juga :  Dalam Rangka Tahunan IMF, XL Axiata Siapkan Jaringan Data Berkualitas

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar, yang juga sebagai panitia penyelenggara seminar menegaskan bahwa seminar ini sesuai dengan visi yang diemban SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), yakni menjadi pusat regional terdepan dalam penelitian, advokasi, dan peningkatan kapasitas bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga. Sedangkan misinya adalah meningkatkan komitmen regional dan global untuk kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga.

“Nilai yang diusung SEAMEO CECCEP adalah kepentingan terbaik untuk anak, sensitif budaya dan gender, responsif sosial dan komunitas serta inklusif. Dengan diusungnya nilai-nilai ini keberadaan SEAMEO CECCEP akan bermanfaat bagi anak-anak, orang tua, keluarga, pemerintah, pengambil keputusan, para praktisi PAUD dan pendidikan keluarga, pengusaha, dan lembaga-lembaga non-pemerintah lainnya,” papar Harris yang didampingi Direktur SEAMES (SEAMEO Secretariat), Gatot Hari Priowirjanto. K.

Baca Juga :  Kemdikbud Gelar Pelatihan PAUD dan Dikmas

Harris menjelaskan, pendekatan program SEAMEO CECCEP selama program 5 tahun ke depan difokuskan pada 3 pendekatan, yaitu Penelitian dan Pengembangan, sehingga dapat dijadikan pusat penelitian guna membangun keilmuan regional; Pengembangan Kapasitas, agar dapat dijadikan pusat pelatihan guna membangun kapasitas sumber daya manusia; dan, Advokasi dan Kerja sama, yaitu menjadi pusat advokasi guna membangun kerjasama individu, lembaga dan akademisi.

Acara yang digelar empat hari dari 15-17 November 2017, dengan tema Children’s Well-being and Effective Parenting in the Digital Era atau “Kesejahteraan Anak dan Pengasuhan Efektif di Digital ERA”. Tema tersebut akan dibahas ke dalam 3 sub-tema dan dibahas pada 3 plenary session, yaitu Children’s Well-Being Across Cultures in the Digital Era; ECCE Teachers and Personnel Competencies for Quality Education; dan The Role of Effective Parenting for Children’s Holistic Development. Pembahasan ketiga sub-tema tersebut akan dipandu oleh para pakar dari dalam dan luar negeri. Seminar ini akan lebih diperkaya dengan paparan dari 11 Kementerian Pendidikan anggota SEAMEO tentang Parenting in the 21st Century dari negaranya masing-masing.

Baca Juga :  Inspektorat Pemprov Jabar Ikut Prihatin Siswa Berkebutuhan Khsusus Dipaksa Pindah

“Presentasi dan materi pada tema ini akan memberikan platform kearifan bagi pemangku kepentingan ECCEP, baik tingkat nasional maupun internasional, dan untuk mencerminkan pengalaman bersama negara-negara Asia Tenggara dalam paradigma pengajaran dan pembelajaran yang baru terutama di ECCEP,” pungkas Harris.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan
Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari
Asep Surya Bikin Heboh Galaksi SDIT An-Nur, Siswa Diminta Berani Mimpi Besar
Pendidikan Karakter Jadi Sorotan
Perda Perlindungan Guru Bekasi Dinilai Mendesak, Kadisdik Soroti Keamanan Pendidik
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:02 WIB

Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Senin, 11 Mei 2026 - 13:59 WIB

Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi

Senin, 4 Mei 2026 - 09:43 WIB

Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari

Berita Terbaru