Kemdikbud Gelar Pelatihan PAUD dan Dikmas

- Redaksi

Senin, 18 Desember 2017 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bandung – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) tengah menggiatkan pelatihan di Ballroom Conventions Hotel Harris Festival Citylink Bandung, pada Senin (18/12).

Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat, Muhammad Hasbi mengatakan untuk menghadirkan standar PAUD yang berkualitas dibutuhkan sumber daya manusia (guru) yang juga memiliki kualitas.

Berdasarkan pemetaan guru PAUD yang ada saat ini minimnya guru PAUD begelar sarjana, namun tidak sedikit yang bergelar sarjana non kependidikan, sehingga tidak memiliki latar belakang ilmu yang relevan dengan bidang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Maka kita berupaya bagaimana agar anak-anak kita ini bisa dipercayakan kepada guru PAUD yang kompeten, salah satunya dengan meningkatkan kualifikasi dan kompetensi mereka dengan pendidikan dan pelatihan. Sehingga mereka bisa memberikan pelajaran yang berkualitas bagi anak didik kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Kardaya Warnika Tolak Wacana Pemerintah untuk Impor Beras

Salah satu kendala yang dihadapi yaitu, keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah untuk mendukung PAUD dan Dikmas ini; kedua, penyebaran guru-guru PAUD yang berlokasi di daerah-daerah pelosok; ketiga, sulitnya memperoleh konten pembelajaran terkini yang di luncurkan pemerintah.

Setelah mempelajari hal tersebut, maka teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi solusi yang paling memungkinkan dari permasalahan selama ini.

Oleh sebab itu, sejak tahun 2015, pihaknya telah memulai melakukan intervensi TIK untuk meningkatkan kompetensi guru-guru PAUD di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Melalui diklat pendidikan daring.

“Yang kita saksikan tadi itu adalah 3000 guru PAUD dari diklat tingkat dasar berjenjang dan sudah memiliki Sertifikat Izin Mengajar (SIM) di satuan-satuan PAUD. Sebelumnya mereka adalah guru-guru yang tidak pernah dilatih, bahkan disentuh oleh pendidikan, sehingga sangat riskan mempercayakan anak-anak kita di tangan mereka,” ucapnya.

Baca Juga :  Sistem Zonasi PPDB Tingkat SLTP di Cirebon Masih Belum Dipahami Masyarakat

Sebelumnya, kata Hasbi, pihaknya telah meluluskan sejumlah 2450 orang guru PAUD, sehingga total guru yang telah mrningkuti pendidikan dan pelatihan serta memiliki SIM PAUD berjumlah 5450 tenaga pengajar hingga tahun 2017.

Pihaknya mengingikan dari kegiatan inagurasi ini, dengan melibatkan para tenaga kependidikan PAUD di 34 provinsi se- Indonesia akan ada langkah-langkah untuk mengikuti upaya pelatihan dan pendidikan dari institusi lain, agar adanya percepatan terhadap meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru PAUD di tanah air.

Dengan target di Tahun 2018, berjumlah 10.000 tenaga pendidik baru berkualifikasi yang lahir dari program diklat seperti ini.

“Undang-undang memang mengatakan guru PAUD harus sarjana, sebelum bergelar sarjana, kita upayakan kompetensinya sebelum kualifikasinya. Saat ini kita sudah merancang sebuah program yang bernama rekognisi validasi dan sertifikasi,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Harapkan Peran Maksimal PKK Dalam Pembangunan Daerah

Dalam pelaksanaan program tersbut, lanjut Hasbi, para guru PAUD mengumpulkan pengalaman hasil belajarnya yang telah lampau, baik melalui pelatihan, kursus, dan seminar untuk menjadi bahan rekognisi bagi pemerintah yang kemudian di hargai menjadi sebuah satuan kredit semester (SKS) di perguruan tinggi.

Hal tersebut sebagai upaya menciptakan guru-guru PAUD yang memiliki kualifikasi sarjana seperti yang ada dalam undang-undang.

“Yang kita upayakan adalah melalui jalur kompetensinya (non akademik) karena ini mendesak, karena untuk menunggu mereka sarjana itu tidak mungkin, sementara anak-anak terus belajar di kelas-kelas mereka. Jadi salah satu upayanya bagaiamana mereka memiliki kompetensi yang memadai untuk menangani anak-anak di satuan-satuan PAUD,”.

Dalam sistem diklat terdapat tiga jenis tahapan yaitu, pembelajaran tatap muka online; kedua, tutorial email dan WA; ketiga, pembelajaran mandiri. Dengan frekuasi pembelajaran 240 jam.(Ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
Tak Disangka! Perpustakaan SDN Wanasari 01 Cibitung Berubah Total, Dorong Literasi Siswa
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawali Bekasi Jenguk Korban Ledakan Cimuning, 2 Orang Dirawat di ICU

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WIB

Tak Disangka! Perpustakaan SDN Wanasari 01 Cibitung Berubah Total, Dorong Literasi Siswa

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Rabu, 8 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !