Nelayan Mundu Pesisir Berdemo Menuntut Dilegalkannya Garok

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Para nelayan di daerah Mundu Pesisir berdemo di lapangan sepak bola Balai Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon hari Kamis (11/1). Mereka menuntut alat penangkapan ikan Garok dilegalkan oleh pemerintah.

Demo tersebut sebagai tindak lanjut karena banyak nelayan yang tertangkap oleh Ditpolair karena ketahuan menggunakan alat Garok. Dan hal tersebut membuat para nelayan merasa geram karena merasa diperlakukan tidak adil.

Bacaan Lainnya

Garok ini adalah semacam alat penangkap ikan berupa jaring berbentuk kerucut yang mengecil di bagian ujungnya. Alat ini dimasukkan ke dalam laut hingga mencapai dasarnya. Sehingga, ikan-ikan akan terjaring.

Menurut Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Cirebon Cakra Suseno, alat semacam Garok ini tidak ramah lingkungan. Sebab, bisa merusak biota bawah laut dan mematikan ikan-ikan kecil. Karena itu, penggunaan Garok ini masih dilarang.

“Penggunaan Garok diperbolehkan jika sudah mencapai 2 mil dari bibir pantai,” uajrnya usai ditemui awak media, Kamis (11/1).

Sedangkan menurut Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon Syamsudin, pihaknya nanti akan mengadakan musyawarah dan dan menyampaikan aspirasi ke Kementrian Kelautan dan Perikanan. Sebab, yang menangkap itu bukan ranahnya, melainkan kepolisian, dalam hal ini Ditpolair.

“Kalau bisa, kami ingin alat ini diganti dengan yang ramah lingkungan. Sebab, meskipun di perairan Kabupaten Cirebon tidak ada karang, tetap saja akan merusak biota laut lainnya,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *