Mangkraknya Pembangunan Alun-Alun, Kontraktor dan Pemerintah Kurang Koordinasi

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Mangkraknya proyek pembangunan alun-alun selama 2 tahun di Desa Lemahabang yang berasal dari Dana PIK Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, dikarenakan akibat ketidaksinkronan antara kontraktor dan pihak kecamatan.

Edi Prayitno selaku Camat mengatakan bahwa selama pembangunan alun-alun, ada perubahan dalam perencanaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Lemahabang.

“Proyek pembangunan taman kecamatan ada perubahan menjadi alun-alun yang multi guna untuk kegiatan masyarakat di Kecamatan Lemahabang,” ungkapnya saat ditemui awak media di kantornya hari Senin (18/9).

Menurut Ahmad Saputra selaku Kasubag Umum menjelaskan bahwa penataan proyek alun-alun yang terhenti selama 2 tahun sewaktu di bawah Dinas PU Kabupaten Cirebon, pada tahun 2017 ini proyek pembangunan alun-alun diambil alih oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon setelah ada kunjungan dari Komisi III Kabupaten Cirebon.

“Perubahan site plan telah di setujui oleh konsultan Dinas Lingkungan Hidup, sehingga fungsi dari alun-alun kecamatan dapat dimaksimal. Alhamdulillah Haji Taufik Seniman Kecamatan Lemahabang memiliki site plan yang multi guna,” jelasnya.

Menurutnya, Dana Indikator Kewilayahan (PIK) yang memakan anggaran 2,5 milyar, maka sudah semestinya manfaat harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Lemahabang.

“Proyek alun-alun ini anggarannya dari Dana PIK secara bertahap dan tahun ini digelar oleh kontraktor CV AYESHA sebesar 900 juta lebih sampai rampung menelan anggaran 2,5 milyar. Mangkraknya proyek akibat tidak adanya kordinasi antara pihak kontraktor dengan yang punya wilayah, padahal kami yang akan menggunakan manfaatnya,” pungkasnya. (Juf/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.