Musim Kering, Air Irigasi Bekasi Menjadi Asin, Kementan Gelontorkan Air untuk Normalkan

- Redaksi

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ir. Banun Harpini, M.Sc.
Kepala Badan Karantina Pertanian, selaku Ketua Penanggung Jawab Upsus Pajale Jawa Barat.

i

Ir. Banun Harpini, M.Sc. Kepala Badan Karantina Pertanian, selaku Ketua Penanggung Jawab Upsus Pajale Jawa Barat.

RJN, Bekasi – Rojali, ketua kelompok tani Singkil Mekar, Desa Jayasakti Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi berkeluh bahwa air irigasi dari sungai Citarum yang mengairi sawahnya kini asin. “Mungkin karena musim kering, jadi air laut naik. Sementara air irigasinya di stop dulu,” jelasnya pada Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian selaku Ketua Penanggung Jawab Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) Provinsi Jawa Barat. Menanggapi hal tersebut, Banun langsung merespon dengan menggelontorkan air dari bendungan Walahar di Karawang secara rutin untuk turunkan kadar garamnya dalam waktu dekat, Senin (20/8/2018).

Sawah yang belum diairi di lahan tersebut akibat air irigasi asin capai 1.000 hektar. Dalam tinjauan lapangannnya tersebut Banun menekankan bahwa akibat musin kemarau, kebutuhan air irigasi sangat diperlukan. “Saya segera koordinasikan dengan Perum Jasa Tirta II, agar dapat membuka jalur ke arah Muara Gembong,” jelas Banun.

Baca Juga :  Dinkes Kabupaten Bekasi Imbau Warga Waspadai Hepatitis Akut

Penggelontoran air dari Bendungan Walahar adalah upaya untuk mengurangi kadar garam dalam air yang saat ini masih tinggi di aliran sungai citarum yang melewati wilayah Muara Gembong. Akibatnya akan menggangu persemaian maupun pertanaman padi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Banun, hal tersebut pernah dilakukan pada beberapa tahun yang lalu dan berhasil mengurangi kadar garam pada air sungai. “Dalam seminggu, kita airi selama tiga hari,” jelasnya. Ia juga meminta agar kelompok tani terus bersemangat, untuk segera melakukan pengolahan dan penanaman, serta menjaga kelancaran saluran irigasi dari kotoran seperti sampah, lumpur dan tumbuhan liar.

Baca Juga :  17 Unit Armada Bus Mudik Lebaran 2017 Dinyatakan tidak Lolos Uji Kelayakan

Selain memantau kekeringan di Muara Gembong, Banun juga meninjau beberapa area persawahan di Kecamatan Sukatani dan Tambelang. “Di Sukabakti ini kita butuh gotong royong dan beko,” katanya saat berbincang dengan salah seorang petani yang sawahnya terancam kering karena saluran irigasinya penuh dengan lumpur dan sampah di Kampung Balong Ampel, Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi. “Perlu dikeruk sejauh 600 meter kurang lebih, tapi harus gotong royong ya?,” ungkap Banun.

“Hingga kemarin (19/8) realisasinya sudah sampai 34.295 ha,” kata Antarjo Dikin, Penanggung Jawab Upsus Kabupaten Karawang yang juga ikut bersama rombongan. Menurut Antarjo ancaman kekeringan di musim kemarau di Bekasi, diperlukan pengelolaan dan manajemen air irigasi yang baik. Menurut laporan dari Provinsi Jawa Barat per 14 Agustus, bahwa luas tanaman yang terancam kekeringan untuk Kabupaten Bekasi seluas 578 ha. Sedangkan jumlah kekeringan yang meliputi Kecamatan Cibarusah, Serangbaru, Setu, Karangbahagia dan Tambun Utara terdiri dari 215 ha tingkat ringan, 119 ha tingkat sedang dan 40 ha berat.

Baca Juga :  Wow, Pembuatan KTP, KK, dan KIA Kota Cirebon Cuma Sehari

Meski dibayangi efek kekeringan, tim upsus terus berkoordinasi dan memantau serta mendorong pertanaman padi di Kabupaten Bekasi khususnya agar dapat memenuhi target luas tambah tanam (LTT) April sampai dengan September seluas 54.070 ha. “Semua upaya kita lakukan bersama untuk mengantisipasi kekeringan,” janji Banun.(rls/red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Program Kapal Nelayan 2027, Ketum APKLI Merah Putih Dorong Skema KUR
Perumda Tirta Bhagasasi Raih Terbaik I Pengelolaan Media Sosial DigiKom Fest 2026
Adhyaksa Bekasi FC Takluk dari Persikad di Laga Perdana Stadion Patriot
Perubahan APBD 2026 Diajukan, Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun
Kejagung Geledah Pemkot hingga Bapenda Bekasi, Terkait Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP
Bapenda dan BPN Kabupaten Bekasi Sepakati Integrasi Data NIB-NOP, ZNT Jadi Acuan BPHTB
DPRD Kabupaten Bekasi Fokuskan APBD 2027 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Cegah Korupsi dari Hulu, Kepala Bappeda Bekasi: “Harus Kita yang Memulainya”

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:48 WIB

Dukung Program Kapal Nelayan 2027, Ketum APKLI Merah Putih Dorong Skema KUR

Senin, 21 September 2026 - 16:34 WIB

Perumda Tirta Bhagasasi Raih Terbaik I Pengelolaan Media Sosial DigiKom Fest 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 10:34 WIB

Adhyaksa Bekasi FC Takluk dari Persikad di Laga Perdana Stadion Patriot

Kamis, 17 September 2026 - 23:47 WIB

Perubahan APBD 2026 Diajukan, Pendapatan Kota Bekasi Diproyeksikan Rp7,045 Triliun

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WIB

Kejagung Geledah Pemkot hingga Bapenda Bekasi, Terkait Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP

Berita Terbaru