Lumbung Padi ‘Leuit’ di Komplek Pemkab Bekasi Menjadi Misteri

- Redaksi

Kamis, 8 Mei 2025 - 14:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Bekasi – Lumbung Padi ‘Leuit’ di Komplek Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab Bekasi) disebut-sebut menjadi misteri.

Hal itu dikatakan sebuah akun channel youtube bernama Wacana Nusantara, ia memposting yang berjudul ‘Misteri Lumbung Tua di Bekasi’.

Akun ini bernarasikan, Leuit atau lumbung padi merupakan bangunan tempat penyimpanan padi di Tatar Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Leuit yang ada di sekitar kawasan perkantoran Pemda Bekasi sampai hari ini belum bisa dipindahkan, yang diyakini masyarakat bahwa leuit tersebut dijaga yang gaib ini mistis.

Leuit tersebut merupakan peninggalan warga, karena memang kawasan perkantoran tersebut dulunya merupakan pemukiman warga,” tulisnya.

Namun, Lumbung Padi tersebut yang sudah lama berdiri ini dipastikan tidak ada kaitanya dengan sebuah mitos atau mistis. Disampaikan Wakil Ketua Umum Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bekasi, Ahmad Djaelani, ia menjelaskan Lumbung Padi ini murni buatan manusia.

Baca Juga :  Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo, Heru Subagia Soroti Independensi dan Efektivitas

“Adanya Leuit (Lumbung Padi) di Komplek Pemkab Bekasi itu, sebenarnya tidak ada hubungannya dengan mitos dan hal mistis, itu murni buatan manusia. Termasuk, cerita leuit itu bisa terbang hoaks,” katanya dalam keterangan tertulis kepada redaksi.

Lebih lanjut, kata Djaelani, berdasarkan informasi yang dihimpun dari para sesepuh dan tokoh, cerita tentang adanya Leuit itu dimulai saat ditetapkannya wilayah Desa Sukamahi jadi pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi di tahun 2000 awal.

“Saat itu banyak aspirasi yang muncul dari masyarakat. Dalam suatu kesempatan Pak Bupati Bekasi saat itu Pak Wikanda berdialog dengan para tokoh dan warga setempat. Lalu Pak Wikanda menyampaikan agar wilayah Cikarang Pusat khususnya, Desa Sukamahi yang berbudaya agraris (pertanian) agar ada ikon simbolnnya yang dilekatkan di area Pemkab Bekasi,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Pastikan Jamin Kesiapan Angkutan Dan Jalur Mudik Jelang Lebaran 1446 H

“Kemudian para tokoh termasuk Kepala Desa Sukamahi saat itu bersepakat tentang Leuit dan alat alat-pertanian yang dijadikan simbolnya,” sambungnya.

Tak hanya itu, termasuk pohon besar di belakang Kantor DPRD Kabupaten Bekasi yang dipagar dibalut bendera merah putih itu bagian dari penyelamatan simbol yang ada sebagai ciri daerah agraris tadi.

“Kalau dari cerita para tokoh, itu permintaan Pak Bupati Wikanda juga, nanyain itu yang di belakang pohon apa? Dijawab oleh tokoh “pohon ki sepat”. Kalau bisa itu pohon jangan digusur harus diselamatkan,” bebernya.

Baca Juga :  5 Tahun Praktek, Dokter Gadungan di Cikarang Kini Diringkus Polisi

Terkahir, Djaelani berharap di tengah era ketahanan pangan yang digaungkan oleh Pemerintah Pusat saat ini, simbol Leuit dan Pohon Ki Sepat tersebut bisa jadi pengingat bagi seluruh stakeholder Kabupaten Bekasi untuk pentingnya menjaga ekosistem, lingkungan, dan keseimbangan alam Bekasi.

Sekedar informasi, Lumbung padi adalah untuk menyimpan dan mengeringkan padi yang telah dipanen. Lumbung padi berfungsi untuk menyimpan hasil panen padi, menjaga ketahanan pangan, dan juga bisa berfungsi sebagai tempat pengawetan bahan pangan. 

Sedangkan Leuit merupakan sejenis bangunan penyimpan padi yang terdapat di daerah pedesaan Sunda dan Baduy yang termasuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Secara tradisional, leuit dibangun dari balok-balok kayu dan dilapisi oleh anyaman bambu, dengan kapasitas penyimpanan hingga tiga ton padi. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga
32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Shin Tae-yong Hadir di Bekasi, DPD RI Bidik Calon Bintang Baru Timnas Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:27 WIB

32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo

Berita Terbaru