Legislator Gerindra Kritisi Rencana Ridwan Kamil Pindahkan Ibu Kota Jawa Barat

- Redaksi

Kamis, 5 September 2019 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Barat, Kasan Basari mengkritisi wacana pemindahan pusat pemerintahan atau Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang digulirkan Gubernur Ridwan Kamil.

Politisi dari Partai Gerindra tersebut memandang wacana pemindahan ibu kota provinsi sebagai sikap ‘latah’ atas rencana pemerintah pusat yang akan memindahkan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Menurut Kasan Basari, kota Bandung masih cukup layak untuk menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. “Belum saatnya untuk dipindahkan. Daerah jangan ikut euforia (latah), setelah adanya rencana pemerintah pusat memindahkan ibu kota, lalu ikut-ikutan,” kata Kasan Basari di Indramayu, Kamis (5/9/2019).

Meski baru sebatas wacana dan rencana, tapi kata Kasan Basari, memindahkan pusat pemerintahan Provinsi Jabar tidak tepat karena masih banyak persoalan lain yang lebih urgent terjadi di masyarakat dan harus diselesaikan.

Baca Juga :  Uji Coba Highway Sky Patrol Dimulai, Jasa Marga dan IFC Pantau Jalan To

“Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang masih harus ditunaikan,” tandasnya.

Dijelaskan Kasan Basari, kesejahteraan masyarakat Provinsi Jabar masih jauh dari harapan yang diamanatkan oleh amanat UUD 1945 yakni, mendapatkan kehidupan yang layak dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial politik.

“Ini yang urgent, yang seharusnya menjadi skala prioritas pemerintah provinsi, jangan mikirin memindahkan ibu kota provinsi,” tegasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil melontarkan niat memindahkan Ibu Kota Jabar. Ada tiga wilayah yang berdasarkan kajian dinilai layak menjadi ibu kota baru Jawa Barat.

Baca Juga :  Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 10 Miliar, Ini 5 Fakta Kebakaran Kapal Nelayan Eretan

Dua wilayah masih termasuk ke kawasan Bandung Ray yakni Tegalluar, Kabupaten Bandung dan Walini di Kabupaten Bandung Barat. Sementara satu wilayah lain yang dibidik adalah kawasan Segitiga Rebana yang mencakup Kabupaten Cirebon, Kabupaten Subang dan Kabupaten Majalengka.

(fis/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
PDIP Bekasi Panas! Ono Surono Minta Mesin Partai Bergerak Total Jelang 2029
Nawal Husni Resmi Pimpin PPP Kota Bekasi, Target Menang Besar 2029
Panas! Muscab PPP Kota Bekasi Disebut Ilegal, Nama Nawal Husni Disorot
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:00 WIB

PDIP Bekasi Panas! Ono Surono Minta Mesin Partai Bergerak Total Jelang 2029

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:38 WIB

Nawal Husni Resmi Pimpin PPP Kota Bekasi, Target Menang Besar 2029

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:33 WIB

Panas! Muscab PPP Kota Bekasi Disebut Ilegal, Nama Nawal Husni Disorot

Berita Terbaru