KPwBI Cirebon dan Islamic Centre At-Taqwa Mewisuda 20 Santri Digital Preneurship

- Redaksi

Rabu, 20 Desember 2017 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cabang Cirebon bersama Islamic Center At-Taqwa mewisudakan 20 santri Pesantren At-Taqwa Digital Preneurship yang bertempat di Gedung Islamic Centre At-Taqwa, Jl. Kartini Kota Cirebon, Rabu (20/12). Wisuda tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang para santri selama 9 bulan.

Ke-20 santri tersebut terdiri dari 9 perempuan dan 11 laki-laki yang berasal dari 8 provinsi. Namun didominasi oleh yang berasal dari Ciayumajakuning.

“Ini satu kebanggaan bagi kami yang sudah mampu meningkatkan harkat martabat para santri menjadi seorang pengusaha muda yang mandiri,” jelas Kepala KPwBI Cabang Cirebon Abdul Majid saat ditemui awak media.

Majid menambahkan, program ini juga merupakan upaya untuk membantu mereka yang putus sekolah dan menganggur. Sebab, hal tersebut bisa berbahaya jika dibiarkan.

“Daripada melakukan hal-hal negatif, lebih baik kita ajak untuk melakukan hal-hal positif dan menguntungkan,” jelasnya.

Sedangkan menurut Ketua Islamic Centre At-Taqwa Ustad Ahmad Yani, program ini berlatar belakang dengan melihat realita kemajuan teknologi, tingkat pengangguran tinggi, dan tingkat ekonomi yang belum ideal.

Baca Juga :  Shaggydog dan Kunto Aji Hibur Warga Cirebon Lewat Biznet Festival 2018

Adapun jenis usaha yang dilakukan oleh para santri tersebut adalah e-commerce atau bisnis online, seperti makanan, fashion, dan lainnya.

“Kita ambil yang berusia 16-24 tahun. Dari sekitar 42 pendaftar, kita pilih yang 20 itu,” jelasnya.

Ahmad Yani mengaku, pihak BI menantang agar bisa melanjutkan program ini tahun depan dengan kuota dua kali lipat. Dan dirinya menyanggupi.

Baca Juga :  PT. KAI Daop 3 : Prediksi Lebaran 2017 Bisa Mencapai 147.433 Penumpang

“Insya Allah kita bisa. Kita lihat akomodasinya dulu, seperti tempat tinggal layak untuk santrinya, dan Bismillah kita bisa,” pungkasnya.

Sedangkan menurut penuturan Cici dan Nurul, dua santri Pesantren At-Attaqwa Digital Preneurship asal Kota Cirebon, saat ini keduanya tengah berbisnis online di salah satu platform e-commerce Indonesia. Keduanya yang menjual hijab dan gamis ini mengaku mendapatkan omset dalam satu bulan mencapai Rp 8 juta.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vasaka Hotel Jakarta Perkenalkan Wajah Baru Jelang Satu Dekade Perjalanan
Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi
Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta
Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:03 WIB

Vasaka Hotel Jakarta Perkenalkan Wajah Baru Jelang Satu Dekade Perjalanan

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:47 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:16 WIB

Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:13 WIB

Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Berita Terbaru