oleh

Komisi 4 DPRD Kab Bekasi Kunker Monitoring Dinkes

RJN, Bekasi – Komisi 4 DPRD Kabupaten Bekasi melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di sejumlah puskesmas. Kunker tersebut juga sekaligus untuk melakukan monitoring pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Anggota Komisi 4, Asep Surya Atmaja mengungkapkan Dinas Kesehatan merupakan mitra kerjanya mempunyai anggaran Jamkesda Rp 11,5 Miliar.

“Insya Allah akan kami usahakan tambah kembali. Kenapa kami tambah, kita tidak mau warga Bekasi itu kalau sakit tidak ada dananya. Kita priotitaskan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi,” kata politisi Partai Golkar ini.

Asep yang berprofesi sebagai Dokter juga membuka kesempatan diskusi dengan pegawai dan petugas puskesmas serta Dinas Kesehatan.

“Kalau melihat bangunan gedung Puskesmas Cikarang Utara, saya rasa sudah mumpuni dan layak. Yang penting tupoksi puskesmas adalah promotif, kuratif, prekuentif dan rehabilitatif,” katanya.

Dijelaskan Asep, selain monitoring masalah anggaran, Komisi 4 ingin mengetahui tugas-tugas dari puskesmas dan sejauh mana BLUD yang di jalankan di Puskesmas.

“Sekarang kami dari dewan DPRD Kabupaten Bekasi ingin tau sampai sejauh mana BLUD yang di jalankan di Puskesmas ini dan Tupoksi Puskesmas ini dengan menjalankan yang lebih utama Prevektif dan Promotif,” katanya.

Dia berharap warga Bekasi untuk berobat itu tidak susah. Karena masyarakat punya hak unutk sehat.

“Saya tidak mau kedepannya, warga Bekasi untuk berobat itu susah. Saya ingin warga Bekasi itu punya hak untuk sehat dan fasilitasnya harus memadai,” harapnya.

Untuk itu Komisi 4 akan mendorong pemekaran puskesmas di setiap wilayah agar bisa dibagun di wilayah terpencil di Kabupaten Bekasi.

“Misalnya di Cikarang Utara, jumlah penduduknya 120 ribu jiwa. Jadi kalau di tanggung satu puskesmas saya rasa itu bakal overloud. Karena satu puskesmas itu idealnya melayani 30-40 ribu jiwa, sedangkan jumlah penduduk 120 ribu jiwa nanti yang menjadi masalah adalah pelayanan karena sudah overloud itu,” katanya.

(red/rjn)

Komentar

News Feed