Kisah Anak Imam Musholla yang Lulus Jadi Dokter

- Redaksi

Rabu, 6 November 2019 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Indramayu – Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh H Masduqi Djahari, imam musholla di kawasan Kota Indramayu, jika suatu saat, anaknya bisa menjadi seorang calon dokter.

Maklum, sebagai seorang Imam di Musholla Al Arofah di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, keluarganya tidak secara khusus mengarahkan putrinya untuk menempuh pendidikan di fakultas kedokteran.

Namun, dengan kegigihan dan doa, cita-citanya yang mulia untuk menjadikan putra-putrinya sebagai figur yang sukses akhirnya terwujud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putri bungsunya yang bernama Khisotul Hayati, lulus fakultas kedokteran Universitas Padjajaran Bandung dan diwisuda Rabu (6/11).

Baca Juga :  Viral Spanduk Tulisan Kalau Mau Jadi Kades Munjul, Harus Wajib Tutup Galian C

“Alhamdulillah bisa lulus dan selesai kuliahnya,” kata dia.

Menjadi seorang dokter sebenarnya bukan impian putrinya. Maklum, dari silsilah keluarga, tidak ada yang berprofesi sebagai dokter. Sebagian besar keluarganya berprofesi sebagai pedagang.

“Putri saya lulus SMAN 1 Sindang dan diterima di fakultas kedokteran Unpad Bandung dari Program Bidik Misi,” ujarnya.

Bahkan, selama pendidikan di FK Unpad Bandung, Khisotul Hayati mendapatkan beasiswa pendidikan.

“Alhamdulillah biaya selama kuliah juga menjadi ringan. Saya hanya membiayai kebutuhan makan dan uang untuk kos saja,” kata dia.

Baca Juga :  PMI Kota Bekasi Gelar Vaksinasi dengan Astra PmK

Karena sudah sepuh, biaya Khisotul Hayati pun dibantu oleh kakak-kakaknya. Terlebih H.Masduqi Djahari sudah berusia 70 tahun. Sedangkan ibu kandung Khisotul Hayati sudah meninggal dunia.

H.Masduqi Djahari menambahkan, sejak kecil Khisotul atau yang biasa disebut Oci ini dikenal rajin dan ulet sejak kecil.

“Oci selalu belajar sendiri tanpa disuruh oleh orang tua. Mungkin itu yang membuatnya menjadi berprestasi di setiap jenjang pendidikan,” kata dia.

Setelah lulus kuliah, ia pun menyerahkan sepenuhnya masa depan serta karier anaknya kepada yang bersangkutan.

Baca Juga :  Proyek Strategis Nasional, Bupati Subang Minta APDESI Berdayakan BUMDes

“Apakah nanti mau menjadi dokter di Indramayu atau luar daerah, saya serahkan ke anak saya. Orang tua hanya mendoakan yang terbaik untuk anak,” kata dia.

Setelah lulus kuliah, kini Oci bersiap untuk tahap selanjutnya yakni meraih titel dokter. Rencananya pada Sabtu 9 November 2019, akan menjalani pengambilan sumpah dokter. Khisotul sendiri lulus dengan predikat cumlaude. Dalam ujian kompetensi mahasiswa profesi program dokter (UKMPPD), Khisotul meraih nilai terbaik di Unpad untuk CBT (tertulis) dan OSCE (praktik).

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum
Sosialisasi SPMB di Kabupaten Bekasi Diperkuat, Pranoto Tekankan Pencegahan Masalah PPDB
DPRD Bekasi Warning Disdik, SPMB 2026 Jangan Sampai Chaos Lagi
Tri Adhianto Tegaskan SPMB Bekasi Tanpa Titipan, Gandeng Kejari

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Pelita Bangsa Edukasi Warga Bekasi, Kekerasan terhadap Hewan Bisa Berujung Hukum

Berita Terbaru