Berbicara mengenai gagasan pembangunan Saung Keramba Preto, H. Ujat menuturkan bahwa tempat ini, sudah beroperasi selama kurang lebih empat bulan, dan terwujud dari impiannya untuk menghadirkan sebuah tempat di sekitar danau yang sejuk serta dapat mempercantik pemandangan sekitar, sehingga dapat menjadi sebuah tempat wisata murah-meriah bagi warga sekitar.
“Alhamdulillah Saung Keramba Preto ini sudah berjalan dari empat bulan yang lalu dan memang cita-cita saya untuk membangun suatu tempat berkumpul bagi warga walaupun hanya untuk sekedar ngadem sambil menikmati makanan, atau lihat-lihat pemandangan sekitar Situ Rawa Gede, yang penting dengan aktifitas yang sesederhana itu, warga sudah bisa melepas penat dari kesibukan pekerjaan atau hal-hal lainnya,” tambahnya.
Menurut H. Ujat, pembangunan Saung Keramba Preto masih sekitar 18%, karena rencana-rencana untuk memperluas area tersebut dengan berbagai macam jenis hiburan wisata lainnya pun sudah dipikirkan olehnya.
“Memang sampai saat ini warga sudah banyak yang datang ke sini, tapi menurut saya, ini baru 18% pembangunannya, karena rencananya saya akan menambah saung-saung jadinya membuka kesempatan lebih besar untuk yang berminat dagang di sini, dan yang terpenting saya merencanakan pembangunan Musholla Apung di atas danau yang nantinya akan menjadi pertama dan satu-satunya Musholla di atas air yang ada di Kota Bekasi,” ungkap H. Ujat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya











