Kecepatan Angin di Wilayah Ciayumajakuning Terasa Kencang, Ini Penjelasan BMKG

- Redaksi

Sabtu, 3 Agustus 2019 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ilustrasi

i

foto ilustrasi

RJN, Ciayumajakuning– Peningkatan kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) selama beberapa hari ke depan akan terjadi, disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan di wilayah Utara dan Selatan ekuator.

Posisi matahari yang berada di utara ekuator mendukung terbentuknya pusat tekanan rendah di wilayah tersebut yang mencapai 997 hPa, sedangkan di wilayah selatan mulai terbentuk pusat tekanan tinggi (1035 hPa), perbedaan tekanan yang cukup signifikan tersebut berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan ekuator.

Baca Juga :  Santika Mega City Bekasi Berikan Promo Wedding Package Menarik

Mengingat wilayah Ciayumajakuning yang berada di selatan dekat dengan pusat tekanan tinggi yang berada di daratan Australia dan didukung oleh faktor lokal adanya Gunung Ciremai (menjadi Angin Kumbang) sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kecepatan angin di wilayah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati Ahmad Faa Iziyn memgatakan, berdasarkan hasil pengamatan kecepatan angin umumnya dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 47 km/Jam.

Baca Juga :  Diduga Terinfeksi Virus Corona, Warga Cirebon Dirawat di RSUD Waled

“Kondisi peningkatan kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning diperkirakan dapat mencapai nilai maksimum hingga 56 km/jam dan masih akan berlangsung hingga 2 hari ke depan,” katanya, Sabtu (3/8/2019).

Masyarakat dihimbau agar lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti debu, pohon tumbang dan peningkatan tinggi gelombang mencapai lebih dari 1,5 meter di Perairan Utara Cirebon – Indramayu serta juga menjaga kondisi tubuh.

Baca Juga :  Petani Sawah Keluhkan Hasil Panen yang Menurun

“Untuk nelayan menggunakan perahu kecil tetap hati-hati dalam melaut. Yang beraktifitas diluar ruangan menggunakan masker, jaket, atau pelindung lain yang dapat melindungi tubuh dari debu, angin kencang, terik matahari, dan kelembaban yang rendah menimbulkan kering di kulit,” pungkasnya.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru