Kebut Pembangunan Proyek Jalan Tol, Jasa Marga Tetap Jaga Pertumbuhan EBITDA

- Redaksi

Kamis, 20 September 2018 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Surabaya – Di tengah agresifitas penyelesaian proyek jalan tol, Jasa Marga tetap fokus dalam menjaga pertumbuhan EBITDA. Beberapa proyek jalan tol ditargetkan rampung pada tahun 2019, sehingga memerlukan pendanaan yang terencana. Hal ini terungkap dalam Investor Summit yang dihadiri oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dan Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal di Bursa Efek Indonesia-Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/9).

Desi Arryani mengatakan Jasa Marga saat ini sedang masif dalam pembangunan jalan tol. Hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah di bidang infrastruktur. Pada tahun 2015 jalan tol beroperasi sepanjang 590 km. Tahun depan panjang jalan yang dioperasikan Jasa Marga akan mencapai 1260 km. Peningkatan sekitar 700 km jalan tol yang beroperasi. Luar biasa investasi yang dilakukan.

Selain itu, Desi juga menekankan bahwa Jasa Marga tengah fokus untuk menyelesaikan proyek jalan tol yang masuk dalam jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, yaitu Proyek Jalan Tol Cinere-Serpong, Proyek Jalan Tol Serpong-Kunciran dan Proyek Jalan Tol Kunciran-Cengkareng, yang ditargetkan beroperasi tahun 2019.

Baca Juga :  Enggartiasto Lukita: Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru Harga Kebutuhan Pokok Naik

Terungkap juga dalam Investor Summit tersebut, bahwa di tengah kondisi pasar yang dinamis dan sentimen yang dipengaruhi oleh melonjaknya kurs dolar AS, keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tercatat stabil. Hal ini tidak terlepas dari seluruh pinjaman Perseroan, termasuk Komodo Bond, adalah dalam bentuk mata uang rupiah sehingga tidak memiliki risiko dengan adanya kurs dolar naik. Selain itu, material konstruksi pembangunan jalan tol berasal dari dalam negeri sehingga tidak berdampak dengan adanya kenaikan dolar AS.

Selain pembangunan jalan tol, Jasa Marga juga terus meningkatkan kinerja bisnis usaha lain, seperti layanan transaksi dan layanan lalu lintas melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO); layanan pemeliharaan dan konstruksi jalan tol melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM); dan meningkatkan investasi properti dan peningkatan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui PT Jasamarga Properti (JMP). Dari sisi pengembangan usaha lain, Jasa Marga mentargetkan pengembangan usaha lain memberikan kontribusi 20% dari total pendapatan usaha Jasa Marga.

Baca Juga :  Heboh, Harga Roti Bakar Naik Usai Harga Dolar As Naik Rp. 15 Ribu

Dalam pengembangan usaha lain khususnya rest area, Jasa Marga juga memberikan perhatian kepada kelompok Usaha Kecil Menengah yang berada di sepanjang jalan tol. “Kita juga konsentrasi di UKM dalam pengembangan _rest area_. Kita harus menjamin, mereka tidak berkurang, namun diberikan kesempatan melalui rest area di jalan tol,” tandas Desi.

Dari sisi kinerja keuangan, Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan EBITDA. Pada semester I tahun 2018, EBITDA mencapai Rp 2,9 Triliun atau tumbuh 10,4% dibanding periode yang sama tahun 2017. “Jasa Marga saat ini fokus dalam meningkatkan EBITDA Growth,” tutur Donny.

Aset Perseroan pun tumbuh cukup signifikan, yaitu menjadi Rp 87,5 Triliun pada semester I tahun 2018 atau meningkat sebesar 10,5% dibandingkan dengan di akhir tahun 2017. Pada semester I tahun 2018 tercatat laba bersih Jasa Marga sebesar Rp1,05 Triliun, meningkat 2,9% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Ingin Fungsikan Kembali BLK

Untuk menjaga profitabilititas dan struktur permodalan Perseroan, Jasa Marga juga melakukan divestasi kepemilikan saham minoritas di ruas tol JLB. Jasa Marga terus menjaga struktur permodalan dan kinerja perseroan dengan melakukan berbagai strategi inovasi pendanaan.

Donny menyebutkan Jasa Marga harus melakukan suatu terobosan untuk tetap menjaga fundamental keuangan Perseroan. Pada semester I tahun 2018, Jasa Marga telah menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Dengan diterbitkannya skema pendanaan yang baru, Jasa Marga telah membuka potensi pasar baru dalam bidang pendanaan.

Jasa Marga berkomitmen dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mendukung rencana Pemerintah agar mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah. Bertolak dari visi tersebut, Jasa Marga tak henti melakukan berbagai inovasi, baik dalam bidang pendanaan, pengembangan usaha maupun operasional sehingga dapat melayani seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, agar semakin optimal. (red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran
DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:54 WIB

Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

Berita Terbaru