Kawal Pengawasan Produk Pangan dan Pertanian, Barantan Perkuat Kerja Sama dengan Polri

- Redaksi

Selasa, 10 Juli 2018 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Dihadapkan dengan masih maraknya upaya penyelundupan pangan strategis seperti beras, bawang, daging, gula, rempah-rempah yang masuk melalui Pantai Timur Sumatera, perbatasan darat Kalimantan, Papau, Nusa Tenggara Timur dan pintu masuk illegal lainnya, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian gandeng Kepolisian Republik Indonesia untuk kawal tugas karantina pertanian dalam lakukan pengawasan produk pertanian.

“Saya berharap kerjasama ini menjadi landasan hukum untuk lebih meningkatkan dan mempererat hubungan kerjasama, koordinasi dan komunikasi yang selama ini telah berjalan dengan sangat baik antara Badan Karantina Pertanian dan POLRI,” kata Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian pada hari Senin (6/7) di Bekasi.

Kementerian Pertanian tengah bertekad untuk mencapai Swasembada Pangan dan Peningkatan Produksi Pangan beberapa komoditas pangan strategis tahun 2015-2019 yaitu padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi/daging kerbau, bawang merah dan cabe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan 4 sasaran strategis Kementerian Pertanian dalam Tahun 2015-2019, masing-masing adalah (1) Peningkatan ketahanan pangan (2) Peningkatan Diversifikasi Pangan (3) Peningkatan nilai tambah, daya saing, ekspor dan substitusi impor dan (4) Peningkatan kesejahteraan petani mencapai Swasembada Pangan dan Peningkatan Produksi Pangan beberapa komoditas pangan strategis tahun 2015-2019 yaitu padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi/daging kerbau, bawang merah dan cabe.

Baca Juga :  Menteri BUMN: Pembangunan GOR Mbah Muqoyim Sebagai Dukungan Mengembangkan Pesantren Buntet

“Untuk itu diperlukan terobosan inovasi dan kerjasama untuk menjamin pengawasan dan pengawalan terhadap program tersebut berjalan dengan baik,” tambah Banun.

Kerjasama untuk pengawasan, pengamanan dan penegakkan hokum di bidang karantina hewan, tumbuhan dan keamanan hayati ini disepakati antara Kepala Badan Karantina Pertanian dan Asisten Kapolri Bidang Operasi, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

Dukungan dalam pengawasan pangan khususnya di wilayah perairan dan pintu-pintu perbatasan yang rawan pemasukan pangan illegal.
Implementasi atas kerjasama yang telah dilakukan diantaranya: (1) Penanganan pelanggaran pemasukan pangan strategis (Bawang Putih, Bawang Bombay) yang terjadi di Jakarta, Surabaya, Medan dan Belawan hasil koordinasi terpadu antara Badan Karantina Pertanian, Bareskrim Polri, Satgas Pangan Pusat dan Daerah; (2) Penggagalan upaya penyelundupan daging, bawang, wortel, telur, beras, unggas di wilayah Pekan Baru, Medan, Tarakan, Entikong, Tanjung Balai Asahan dan Tarakan oleh Polairud; (3) Dibidang penegakkan hukum, PPNS Karantina Pertanian juga telah menunjukkan progress yang cukup baik dengan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas dalam penyelesaian pelanggaran perkarantinaan di ranah pidana sebanyak 10 kasus yang sudah P21 (kurun waktu Januari – Juni 2018); (4) Secara rutin, UPT Karantina Pertanian melaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan Polda/Polres setempat dalam penyelenggaraan Operasi Patuh Karantina dan pertukaran data/informasi intelijen; (5) Di bidang Pendidikan dan Pelatihan, Badan Karantina Pertanian bekerja sama dengan Lemdikpol Mabes Polri dalam pembentukan dan pelatihan PPNS, Intelijen dan Polsus.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Ringkus Enam Pelaku Debt Collector

Saat ini, Badan Karantina Pertanian telah memiliki 379 Personil PPNS, 268 Personil Intelijen dan 163 orang Personil Polsus yang tersebar di UPT Karantina Pertanian di seluruh Indonesia.

“Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik, kita semua telah mampu menggagalkan upaya penyelundupan pangan,” tegas Banun.

Dan dalam memperingati 141 tahun perundangan perkarantinaan di Indonesia dengan digelar momen Bulan Bakti Karantina Pertanian 2018, Barantan juga memberikan apresiasi atas dukungan dan sinergitas penegakkan hukum kepada beberapa Anggota Polri di daerah yaitu Polda Metro Jaya, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Kaltara, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, Papua, DI Yogyakarta dan yang hadir pada sore hari ini mewakili Ditpolair Polda Riau.

Baca Juga :  Peluang Ekspor Mangga dan Lele dari Kabupaten Cirebon Terbuka Lebar

Brigjen Pol. Hery Wibowo, Kepala Biro Kerjasama Mabes POLRI menyampaikan bahwa kerja sama ini berangkat dari sejumlah hal yang menjadi concern bersama kedua institusi, dalam rangka pengawasan, pencegahan, dan penanganan pelanggaran serta serangan asimetris – bioterror atau agroteror – dalam upaya mencapai kedaulatan pangan nasional.

Menurut Hery, partisipasi masyarakat merupakan hal yang paling penting dalam hal pengawasan. Dibutuhkan kepedulian, keikutsertaan masyarakat jika mengetahui ada upaya penyelundupan produk-produk pertanian strategis. Selain tidak terjamin keamanan dan kesehatannya, juga bisa menyebabkan harga produk pertanian dalam negeri tidak stabil sehingga mengancam kesejaheraan petani.

“Laporkan kepada petugas polisi atau petugas karantina, mari jadi bagian dari pengawasan untuk kesehatan dan keselamatan kita bersama,” pungkasnya.(Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Targetkan Tekan Pengangguran
Musrenbang RKPD 2027 Bekasi Fokus Pembangunan Merata

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Minggu, 12 April 2026 - 10:03 WIB

Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Sabtu, 11 April 2026 - 09:57 WIB

Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !