RK Jawab Keluhan Pelaku Usaha di Bekasi

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Bekasi-Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menghadiri dialog industri bersama pengusaha – pengusaha dari Bekasi yang digelar President University.

Ridwan Kamil tampak hadir didampingi oleh Ketua Tim Pemenang Rindu Kabupaten Bekasi,  Anwar Musyadad.  Dalam kesempatan itu pria yang akrab disapa Kang Emil ini memaparkan sejumlah pandangan terkait dunia industri.

Bacaan Lainnya

Founder President University, Darmono dalam sambutannya didepan Ridwan mengatakan ada tiga persoalan utama di industri yang berada di Jawa Barat khususnya Karawang dan Bekasi.

“Sekarang daya industri kian melemah karena. Pertama karena harga tanah yang kian mahal,  upah terus naik dan juga biaya logistik sangat mahal, “katanya.

Menurutnya persoalan ini bisa ditangani jika ada kerjasama yang baik antara Pemerintah Provinsi, Pusat dan Kabupaten.

Menanggapi hal itu pria yang akrab Kang Emil ini menyampaikan persoalan industri  itu memang sudah diamati oleh dirinya.

“tanah mahal,  upah mahal.  Disebuah pertemuan logistik itu pernah disebutkan harga ngirim barang ke Shanghai itu lebih murah daripada dari Cikarang ke Jakarta.  Itu kayanya gak masuk akal.  Tapi seperti itu,”katanya.

Permasalahan logistik kata Kang Emil karena permasalahan infrastruktur yang menyebabkan kemacetan.

“Artinya infrastruktur daratan ini problem.  Saya pernah mendesain 12 kawasan industri kebanyakan di Tiongkok.  Ini ingin tawarkan saya akan perjuangkan infrastruktur  jalan diantara kawasan industri agar lebih lancar. Itu butuh proses panjang tapi ini akan saya tawarkan, “tuturnya.

Terkait buruh ia mengatakan Kepala Daerah tidak bisa terus menerus menaikan gaji buruh. Solusinya adalah menekan pengeluaran buruh.

“Dua minggu lalu saya ketemu dengan buruh.  Tapi saya bisa turunin pengeluaran buruh dengan subsidi oleh Pemerintah. Seperti di Bandung kita sediakan bus karyawan,  delivery sembako sehingga buruh bisa lebih hemat,”katanya.

Keluhan buruh Kata Emil adalah permasalahan rumah buruh terlalu jauh dari lokasi pabrik. “Di Cikarang itu kendala harga tanah mahal sehingga buruh itu lokasi rumah terlalu jauh,”katanya.

Hal itu kata Emil harus ada hunian yang berlokasi dengan kawasan industri, “Kawasan hunian dekat pabrik itu salah satu solusi membuat buruh tidak melulu menuntut upah naik. Cost industri juga bisa turun,”katanya.

Didepan para pengusaha,  Emil juga berpesan untuk lebih menggunakan tenaga kerja lokal. Jika terpilih ia akan mengevaluasi kurikulum pelajaran.

“Saya ingin warga lokal ini bisa masuk kerja di wadahi.  Kalau bisa ada sekolah di pabrik. SMK-SMK Jawa Barat akan saya re orientasi kurikulumnya,”katanya (ziz/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *