Jelang Pilkada, Suhu Politik Kabupaten Cirebon Kian Bergejolak

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kondisi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Cirebon kian bergejolak. Dimulai dari Desember 2017 setelah berembusnya DPP PDIP yang merekomendasikan incumbent Sunjaya Purwadi Sastra dengan Imron Rosadi, membuat kegaduhan para pengurus DPC dan PAC yang ramai-ramai menolak dan meluruk ke Kantor DPP PDIP Jakarta.

Kemudian, pada akhir tahun kencang pula kabar jatuhnya rekomendasi dari DPP Gerindra dan DPP PKS kepada pasangan Ir. Suminta dengan Junaedi untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati, walaupun hal tersebut disangkal langsung oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Cirebon Junaedi.

Lalu, gejolak di tubuh Partai NasDem yang mengusung jargon Restorasi yang akan merekomendasikan petahana pada Pilkada, sehingga hal tersebut mendapatkan penolakan dari para pengurus DPRT, DPC, serta DPD. Dan terakhir, beredarnya pencopotan Ketua DPD NasDem Kabupaten Cirebon Sukaryadi, yang selalu menolak untuk mendukung rekomendasi petahana.

Dan kabar yang masih kencang hingga menjadi pemberitaan nasional adalah pembangkangan Sekda Yayat Rukhiyat saat pelantikan mutasi jabatan hari Rabu (3/1) kemarin. Apalagi, Yayat kencang diberitakan akan melamar menjadi Calon Bupati melalui DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

Saat dikonfirmasi akan pembangkangan Sekda Yayat Rukhiyat pada saat akan di ambil sumpah jabatan, Bupati Cirebon Sunjaya enggan memberikan statement pada pembangkangan Sekda Yayat yang sudah mendaftarkan diri untuk terjun ke dunia politik.

“Tidak usah lah,” pungkasnya singkat melalui pesan singkat pada awak media, Kamis (5/1).

Sedangkan saat mengkonfirmasi kabar pencopotan jabatan Ketua DPD NasDem Kabupaten Cirebon, Sukaryadi mengatakan bahwa pencopotan dirinya merupakan Keputusan DPP Partai NasDem, dan dirinya menerima keputusan yang diambil oleh partai.

“Alhamdulilah saya bersyukur dan ini yang terbaik,” pungkasnya melalui pesan singkat, Jumat (5/1).

Sedangkan saat mengkonfirmasi pada Wakil Ketua DPD NasDem Kabupaten Cirebon Adang Juhandi, dirinya mengatakan bahwa sebagai pengurus partai tentu harus loyal dan mengamankan kebijakan partai diatasnya, walau hal itu pahit atau manis.

“Itulah garis partai antara suka dan tidak semua ada sisi positif dan negatifnya. Tinggal sejauh mana bentuk dukungan tersebut terhadap paslon bisa ditanggapi untuk membawa misi dan visi partai tersebut. Jika nantinya dipercaya rakyat, jangan terkesan bak kacang lupa kulit atau kayak orang dorong mobil mogok setelah jalan ditinggal begitu saja, sakit hatiku,” pungkasnya pada awak media, Jumat (5/1).

Sedangkan saat meminta komentar dari salah satu narasumber dari internal Partai NasDem yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hari Jumat (5/1) ini ada agenda di Bandung yang akan melakukan penyerahan SK dan BIKWK Calon Kepala Daerah dan Wakil yang diusung dan didukung oleh Partai NasDem di Jawa Barat. Dan sudah dipastikan, rekom NasDem untuk Kabupaten Cirebon jatuh kepada petahana.

Sedangkan saat mengkonfirmasi gejolak politik di tubuh NasDem Kabupaten Cirebon, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustofa membenarkan pencopotan Sukaryadi dari posisi Ketua DPD digantikan oleh Agus Supriyadi, yang tidak lain adalah Bacalon Bupati dari Partai NasDem Kabupaten Cirebon.

“Iya, itu benar,” pungkasnya pada awak media melalui pesan WhatsApp.(Ymd/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.