Jelang Maulud Nabi, Keraton Kasepuhan Gelar Grebeg Mulud

- Redaksi

Sabtu, 25 November 2017 - 21:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kasultanan Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi Grebeg Mulud setiap tahunnya. Tradisi ini selalu diperingati setiap tanggal 5 bulan Rabiul Awal atau yang sering disebut Bukan Mulud dalam perhitungan kalender Hijriah. Dan untuk tahun ini, tanggal 5 Rabiul Awal jatuh pada hari Sabtu, 25 November 2017.

Adapun kegiatan Grebeg Mulud ini adalah melakukan tradisi Siraman Panjang, dan tradisi Buka Bekasem Ikan.

Tidak seperti biasanya, tahun ini semua piring 9 wali dicuci, karena ini adalah Tahun Dal. Perlu diketahui, setiap Tahun Dal dan Tahun Wawo, 9 piring dikeluarkan semua untuk dicuci. Sedangkan selain tahun itu hanya 7 piring saja.

Adapun benda-benda yang dicuci adalah 9 piring wali, 40 piring pengiring, 2 guci, dan 2 gelas. Piring-piring itu dihiasi oleh kaligrafi bertuliskan lafadz Allah dan kalimat Toyyibah yang usianya sudah 700 tahun.

Sultan Keraton Kasepuhan, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengatakan, benda-benda kuno tersebut biasanya disimpan di kamar pusaka Dalem Arum. Namun, mulai tahun ini disimpan di Museum Pusaka yang baru saja diresmikan saat FKN ke XI lalu.

Sehingga, rangkaian kegiatannya dimulai dari Museum Pusaka menuju Ruang Gebyog melalui Dalem Arum. Kemudian acara siraman di Kaputren.

Baca Juga :  Sun Star Motor Gelar Event Xpand The Xpander Xperience 2018

“Awalnya memang di Dalem Arum. Terus dipindah ke museum,” jelasnya saat ditemui awak media, Sabtu (25/11).

Tradisi ini dihadiri oleh ribuan orang yang memadati Keraton Kasepuhan yang terdiri dari para Wargi, Abdi Dalem, Kaum Masjid Agung, masyarakat Magersari, dan lain-lain. Apalagi, ada juga pengunjung Pasar Maulidan yang ikut untuk menyaksikan Grebeg Mulud ini.

Uniknya, dalam tradisi ini pastinya banyak warga yang berebut air bekas cucian benda-benda pusaka tersebut. Hal itu dilakukan karena mereka mengharap berkah dari tradisi tersebut.

“Makna dari siraman ini adalah bahwa setiap.kita mulai kegiatan maupun ibadah, harus bersuci dahulu, mandi, dan wudhu, agar kegiatan dan ibadah kita diterima Allah SWT dan mendapatkan keberkahan,” jelas Sultan Arief.

Baca Juga :  Penertiban Satpol PP Selama 4 Tahun Mencapai 100 Juta

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan membuka Bekasem ikan sebanyak dua guci yang dipimpin langsung oleh RA Syariefah Isye Permaisuri GSS XIV. Bekasem ikan ini merupakan ikan kakap yang diberi rempah yang sudah dimasukan ke dalam guci selama sebulan, yakni sejak tanggal 5 Syafar atau 26 Oktober 2017 lalu.

Bekasem ikan ini kemudian dicuci, kemudian dijemur. Lalu, dimasak di Dapur Mulus bersama Nasi Jimat yang akan dihidangkan pada saat upacara Panjang Jimat 12 Rabiul Awal nanti atau tepat tanggal 1 Desember 2017.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:46 WIB

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB