Unik, Opening CEF 2017 di Cirebon dengan Menggunakan Mainan Klotokan

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menggelar acara Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF) tahun 2017 yang berlangsung di Hotel Prima, Jl. Siliwangi No. 107, Kota Cirebon hari Sabtu (04/11). Dalam acara tersebut, hadir juga angota DPR RI dari Komisi XI Dapil Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, Dr. Ir. Kardaya Warnika untuk membuka acara.

Uniknya, jika dalam acara pembukaan biasanya dengan membunyikan gong, kali ini cukup berbeda. Acara CEF 2017 ini dibuka dengan membunyikan semacam mainan tradisional bernama klotokan oleh para undangan.

Dalam sambutannya, Kepala KPwBI Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengatakan, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk UMKN hasil binaam Bank Indinesia kepada masyarakat, terutama di daerah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 4 sampai tanggal 5 November 2017. Semua produk binaan Bank Indonesia, baik dari sektor pertanian, pariwisata, kemudian wirausaha muda kita pamerkan di CEF 2017,” ujarnya saat ditemui awak media.

Dalam acara ini, terdapat sekitar 50-an booth yang dijadikan pameran. Banyak sekali hasil UMKN yang diperlihatkan dan bisa dipilih oleh pengunjung. Selain memamerkan produk-produk UMKM, Bank Indonesia juga sedang mencari talent-talent baru, terutama anak-anak muda melalui kegiatan ini, yakni berbagai macam kesenian, komunitas, modern dance competition,beserta berbagai lomba.

“Kegiatan ini juga kami menyerukan Gerakan Nasional Non Tunai, kita sedang menggalakkan setiap transaksi keuangan yang ada di wilayah Indonesia termasuk di Ciayumajakuning kita upayakan untuk menggunakan transakasi non tunai,” bebernya.

Bahkan, sebagai bentuk upaya Gerakan Nasional Non Tunai tersebut, dalam kegiatan ini juga diutamakan mengunakan transaksi non tunai dalam setiap transaksinya. Di booth-booth kasir, selalu disediakan mesin EDC sebagai alat transaksi non tunai.

Dengan adanya Gerakan Non Tunai ini, Majid berharap agar upaya ini bisa menghindari terjadinya transaksi uang palsu. “Di sisi lain, kami juga ingin dengan non tunai ini kecepatan ekonomi akan lebih terus meningkat, karena uang cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” harapnya.

Sedangkan menurut anggota DPR RI dari Komisi XI Dapil Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, Dr. Ir. Kardaya Warnika menambahkan, bahwa pihaknya menginginkan dan meminta kepada instansi pemerintah dan instansi lainnya untuk membantu perekonomian daerah.

“Dengan berkembangnya perekonomian daerah, maka masyarakat akan menjadi lebih sejahtera. Karena saat ini, ekonomi agak tidak menggembirakan, untuk itu instansi seperti Bank Indonesia dan instansi lainnya harus membantu perekonomian daerah,” jelasnya.

“Kalau ekonomi maju, tentunya daerah itu sejahtera dan bisa menambah lapangan pekerjaan dan ekonomi di daerah sebagian besar terkait dengan pertanian,” imbuhnya.(Juf/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.