Jamaah Asysyahadatain, Thoriqoh Lokal Relevan Sepanjang Zaman dan Bentuk Karakter Manusia Unggul

- Redaksi

Minggu, 29 Desember 2019 - 14:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Thoriqoh lokal yang relevan sepanjang masa serta menjadi media pembentukan karakter manusia unggul, demikian tiga pernyataan dari narasumber pada acara Diskusi Publik yang mengangkat tema “Relevansi Tuntunan Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya di Era Milenial” yang digelar oleh Ikatan Remaja Masjid Miftahul Huda, Ciheurang, Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu pagi (28/12/2019) di halaman Masjid setempat.

Dikatakan Habib Ali Ausath Bin Ismail Bin Yahya, apa yang diajarkan oleh Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya adalah tuntunan yang terbaik di dunia jikalau kita mampu menerjemahkan dan mengamalkannya, maka akan relevan sepanjang zaman.

“ Tujuan akhir dari Asysyahadatain adalah untuk tidak berfanatisme, meninggalkan kejumudan serta agar murid Habib Umar berakhlak baik sehingga menjadi Uswatun Hasanah bagi seluruh manusia,” kata Habib Ali

Melengkapi pandangan tersebut, Ust Maula Asyari mengungkapkan, bahwa apa yang diajarkan oleh Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya merupakan media pembentukan karakter manusia unggul.

“Istiqomah melaksanakan Subuh kemudian berdzikir hingga waktu dhuha tiba misalnya, dapat membentuk karakter manusia yang tenang dan sabar,” kata Maula.

Ustad Yusuf Muhajir Ilallah menambahkan, bahwa menurutnya Jamaah Asysyahadatain adalah Thoriqoh Lokal beraliran Sunni serta bermadzhab Imam Syafi’i. Melalui syair (nadzom) yang diajarkan oleh Habib Umar, hiruk pikuk serta tantangan generasi milenial di era industri 4.0, Jamaah Asysyahadatain sangat relevan bagi generasi milenial.

Baca Juga :  Ditengah Covid-19, JNE Tetap Maksimalkan Pelayanan

“Agama tergantung pada justifikasi dialektika seseorang, ketika ada justifikasi antar kelompok maka hal ini harus di dialekkan. Jama’ah Asysyahadatain Thoriqoh lokal lebih cocok dengan keadaan yang ada di Indonesia saat ini.” Kata pria yang juga pengurus DPP Jamaah Asysyahadatain Indonesia tersebut.

Diskusi Publik tersebut sengaja digelar untuk menjawab berbagai dinamika yang dialami oleh generasi milenial pengamal Thoriqoh Jamaah Asysyahadatain yang didirikan oleh Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya atau yang juga dikenal dengan Abah Umar, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Fadhilah.

“ Jamaah Asysyahadatain sudah ada sejak 1947 dan menjelang setengah abad semenjak wafatnya guru besar, generasi muda perlu terus menggali dan mengkaji apa – apa yang diajarkan. Terlebih, Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan selaku Ketua Jami’iyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’barah An Nahdliyah menganggap pendiri Jamaah Asysyahadatain sebagai Quthbul Aqtab terlama di tanah jawa” katanya
Mengakhiri diskusi publik.

Baca Juga :  Anggota Komisi I DPRD, Mendesak Pemkot Bekasi Agar Tegas Menindak Reklame Tak Berizin

Muhammad Arifin selaku moderator mengajak generasi milenial untuk kembali pada tuntunan yang diajarkan oleh Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya, sebab kata Arifin untuk mencapai kecerdasan emosional yang baik, mesti dibarengi dengan kecerdasan spiritual.

“ Generasi milenial harus bisa menyeimbangkan diri dalam meningkatkan keshalihan individu maupun keshalihan sosial,” kata Arifin

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru