Ini Temuan BPK RI Soal Bankeu di Desa Kertasari

- Redaksi

Sabtu, 4 Mei 2019 - 16:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Purwakarta– Bantuan Keuangan ( Bankeu ) bersumber APBD II Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran ( TA ) 2018 untuk kegiatan peningkatan jalan lingkungan Desa Kertasari, Kecamatan Bojong bakal menuai masalah. Dugaan kuat terkait dengan penyimpangan proyek bantuan pemerintah tersebut diketahui setelah hasil pemeriksaan BPK RI yang menemukan kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan dari Bankeu senilai Rp. 450 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Bankeu senilai Rp. 450 juta yang dialokasikan untuk peningkatan jalan lingkungan dan tembok penahan tanah ( TPT ) di Kp Kertasari sampai dengan Kp Cirateun Desa Kertasari Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Telah ditemukan kelebihan pembayaran volume pekerjaan pembangunan jalan lingkungan sebesar Rp. 3.094.000 dan TPT sebesar Rp. 76.762.400, dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp. 79.856.400. Dengan begitu, dugaan telah terjadi penyimpangan terjadi sejak awal pekerjaan sampai dengan  jadwal waktu pekerjaan usai, sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB.

Terkait dengan hal itu, Kades Kertasari Padilah ketika dimintai keterangan mengakui dengan temuan BPK menyangkut pekerjaan jalan lingkungan dan TPT. Bankeu tidak dikerjakan oleh pihak desa,tapi pemborong yang mengerjakan sudah ditentukan, yaitu Ibu Erna.

Namun, kata Padilah, dirinya tidak berhubungan langsung dengan pemborong bernama Erna, akan tetapi melalui pihak lain. Terkait dengan temuan BPK ini, dirinya terus terang mengaku kapok, bahkan tawaran Bankeu di tahun 2019 ini,  sementara ditolak sebelum persoalan ini terselesaikan.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Desak Pemkab Hapus Kabupaten Bekasi Soal Kemiskinan Ekstrem

Mengingat kata dia,status temuan BPK yang harus mengembalikan kelebihan pembayaran sebesar Rp. 79.856.400 belum jelas, kalau dirinya harus menganti uang tersebut sangat tidak mungkin karena. Makanya meminta kepada pihak pemborong untuk menyelesaikan agar mengembalikan kelebihan pembayaran peningkatan jalan lingkungan tersebut. “Dapat darimana uang sebesar itu, satu juta saja saat ini saya ngak punya, apalagi harus menggembalikan yang nilainya cukup besar, “ ujar dia, Jumat ( 3/5/2019).

Namun kata dia, sudah meminta kepada pihak pemborong, dan informasinya pemborong akan bertanggungjawab terkait dengan pengembalian kelebihan pembayaran pekerjaan jalan lingkungan sampai batas waktu yang ditentukan pada tanggal 10 Mei 2019 nanti.

Sementara itu, Herman Budi aktivis anti korupsi  Jakarta mengatakan terkait dengan temuan BPK jangan dianggap enteng, bagaimanapun juga patut diduga sudah ada upaya penyalagunaan dana bantuan sehingga berpengaruh pada hasil pekerjaan. Kendati kata dia, atas temuan kelebihan pembayaran colume pekerjaan dianjurkan harus dikembalikan ke negara, namun tidak begitu saja menghilangkan kasus pidana korupsinya.

Baca Juga :  Sambut Bulan Ramadhan, Pemkab Bekasi Gelar Ramadhan Clothing Industri

” Kalau begitu enak dong, melakukan korupsi kalau ketahuan lalu dikembalikan tanpa memproses hukum pidananya. Jika ada kasus temuan kelebihan pembayaran atas kurangnya volume pekerjaan oleh BPK , berarti sudah ada upaya untuk mencuri uang rakyat. Cuma baru ketahuan setelah ada pemeriksaan. dan sebaiknya bankeu jangan dijadikan bancakan, harus dialokasikan dengan baik dan benar sesuai aturan, ” ujar Herman. (dii/rjn)

FOLLOW SOCMED:
FB: rakyatjabarnews.com

IG: @urbanjabar.id
Twitter: rakyatjabarnews
YouTube: urbanjabar

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:40 WIB

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB