Ini Dia, Faktor Penyebab Perceraian di Kabupaten Cirebon Tinggi …

- Redaksi

Kamis, 8 Juni 2017 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com – Akibat berbagai masalah, baik masalah ekonomi maupun tidak adanya keharmonisan dan tanggung jawab, mengakibatkan angka perceraian di Kabupaten Cirebon saat ini masih terbilang tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pengadilan Agama Sumber, Kabupaten Cirebon, menyebutkan angka perceraian di tahun 2017 dari Januari-April tercatat sebanyak 2.386 kasus. Dengan perincian yakni di Januari 622 kasus, Februari 580 kasus, Maret 663 kasus, dan April 521 kasus.

Penyebab terjadinya perceraian tersebut, yakni pada Januari 2017 faktor ekonomi 235, tidak ada tanggung jawab 210, tidak ada keharmonisan 177. Di Februari 2017 faktor ekonomi 221, tidak ada tanggung jawab 197, tidak ada keharmonisan 162. Di Maret 2017 faktor ekonomi 245, tidak ada tanggung jawab 219, tidak ada keharmonisan 199. Sedangkan di April 2017 faktor ekonomi 201, tidak ada tangung jawab 185, dan tidak ada keharmonisan 135.

Sementara data pada tahun 2016 sendiri, yakni dari Januari-Desember tercatat ada sebanyak 6.811 kasus perceraian. Dengan perincian, kasus cerai talak sebanyak 2.305 dan kasus cerai gugat terdapat 4.506 kasus. Mayoritas atau yang mendominasi penyebab terjadinya perceraian tersebut yakni faktor ekonomi.

Menurut Kepala Humas Pengadilan Agama Sumber, Wasadin mengatakan, angka perceraian di Kabupaten Cirebon, sama bandingannya dengan di Indramayu, yang faktor utamanya yakni mayoritas karena ekonomi. Bahkan jika dipresentasekan, faktor ekonomi sebesar 80 persen.

“Di Bulan Ramadhan seperti sekarang ini menurun atau tidak setinggi di bulan-bulan lainnya. Akan tetapi, angka perceraian pun biasanya kembali naik lagi setelah Ramadhan,” ujarnya.

Wasadin menambahkan, perceraian juga bisa disebabkan karena kurangnya persiapan pasangan suami-istri di Kabupaten Cirebon. Seperti karena usianya yang masih belum cukup, ataupun karena kurangnya pembinaan atau pembimbingan sebagai bekal mereka menjalankan rumah tangga.(Juf/rjn)

Baca Juga :  Bamunas: Cirebon Hanya Butuh Penataan yang Lebih Rapi Lagi
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!
Korban Eks Perawat Didampingi Polisi dan Komnas Perlindungan Anak
Pemprov dan Pemkab Cirebon Kolaborasi Tangani Jalan Rusak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:00 WIB

Longsor Maut, Tambang Ditutup!

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Berita Terbaru